Ayah dan Adik Korban Ditetapkan Sebagai Tersangka Penembakan Casbari di Kabupaten Tegal

- Sabtu, 3 September 2022 | 02:15 WIB
BARANG BUKTI: Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa’at pada konferensi pers di Mapolres Tegal, Kamis (1/9/2022) menunjukkan barang bukti senapan yang digunakan tersangka Dirto menembak Casbari, kakaknya.  (Cessnasari )
BARANG BUKTI: Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa’at pada konferensi pers di Mapolres Tegal, Kamis (1/9/2022) menunjukkan barang bukti senapan yang digunakan tersangka Dirto menembak Casbari, kakaknya. (Cessnasari )

SLAWI, suaramerdeka-pantura.com - Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Tegal dalam waktu singkat berhasil mengungkap kasus penembakan misterius yang menewaskan Casbari (40) warga RT 022, RW 005 Dukuh Bayalangu, Desa Pedeslohor, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal pada Rabu (31/8/2022) lalu.

Insiden penembakan yang terjadi pada Selasa (30/8) pukul 23.00 ini ternyata dilakukan oleh Dirto (34), yang tak lain adik kandung korban. Dirto sendiri berhasil ditangkap di sebuah masjid di Bumiayu, Kabupaten Brebes pada Rabu (31/8) pukul 16.00.

Kasus ini juga menyeret ayah kandung korban, Tarwad (55). Dari keterangan Dirto, ia diperintah ayahnya untuk menghabisi nyawa kakaknya.

Baca Juga: Cerita Mahasiswa UIN Gus Dur Pekalongan, Dalam KKN Kolaborasi Nusantara Moderasi Beragama di Tanah Papua

Sebelumnya Tarwad mengeluh kepada Dirto tentang sikap Casbari yang sering merongrong dan menyusahkan orangtua. Hingga timbul rencana menghabisi Casbari dengan cara ditembak.

Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa’at dalam konferensi pers di Mapolres Tegal, Kamis (1/9/2022) siang menyampaikan, korban selama masa hidupnya sering membuat susah orangtua. Diantaranya korban sering meminta uang secara paksa kepada orangtua, bahkan tidak tanggung-tanggung sampai suatu saat pernah melakukan kekerasan secara fisik terhadap ibunya karena permintaannya tidak dipenuhi.

Kejadian seperti itu sudah sering dilakukan oleh Casbari sejak lama hingga puncaknya pada Kamis (25/8).
Pada tanggal tersebut, Casbari yang bekerja sebagai pedagang nasi goreng di Bogor, datang ke rumah ayahnya di daerah Citereup, Bogor dan memberitahu bahwa usaha nasi gorengnya tutup karena tidak sanggup untuk membayar kontrak kios.

Baca Juga: Perluas Kepesertaan, BPJS Kesehatan Pekalongan Kolaborasi dengan Disnaker Batang

Casbari saat itu meminta uang kepada ayahnya, namun tidak diberi, hingga akhirnya Casbari lalu pamit kepada ayahnya untuk pulang ke Tegal. Pada Jumat (26/8) Casbari pulang ke Desa Pedeslohor, kampung halamannya.

Tarwad yang kesal dengan perilaku anak sulungnya kemudian memerintahkan Dirto untuk menghabisi Casbari. Ia memberi Dirto uang sebesar Rp 6 juta untuk membeli senapan.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Warga Dukuh Tembara Iuran Membangun Jembatan

Rabu, 19 Oktober 2022 | 14:53 WIB

Polres Tegal Bagikan 350 Paket Sembako Kepada Nelayan

Rabu, 28 September 2022 | 08:14 WIB

Terekam CCTV, Pembobol Mesin ATM BRI Gunakan Linggis

Kamis, 15 September 2022 | 17:41 WIB
X