Warga Margaayu Tuntut Pembangunan Pabrik Dihentikan Sementara

- Jumat, 16 Juli 2021 | 23:25 WIB
LAPORAN : Anggota Bidang Lingkungan Hidup Karang Taruna Tunas Bangsa Desa Margaayu, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Waryo didampingi anggota lainnya melaporkan dugaan pembangunan pabrik yang belum berizin di Kantor DLH Kabupaten Tegal, Jumat (16/7). (SM/Dwi Putra GD) (Dwi Putra GD)
LAPORAN : Anggota Bidang Lingkungan Hidup Karang Taruna Tunas Bangsa Desa Margaayu, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Waryo didampingi anggota lainnya melaporkan dugaan pembangunan pabrik yang belum berizin di Kantor DLH Kabupaten Tegal, Jumat (16/7). (SM/Dwi Putra GD) (Dwi Putra GD)

SLAWI, suaramerdeka-pantura.com - Warga Desa Margaayu, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal menuntut pembangunan pabrik di wilayahnya ditutup sementara. Hal itu dikarenakan pabrik tersebut diduga belum berizin dan belum sosialisasi kepada warga. 

Tuntutan itu disampaikan saat Karang Taruna Tunas Bangsa Desa Margaayu melaporkan pembangunan pabrik tersebut di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal, Jumat (16/7/2021). Kedatangan Karang Taruna itu didampingi Perangkat Desa Margaayu, Ikrom. 

Anggota Bidang Lingkungan Hidup Karang Taruna Tunas Bangsa Desa Margaayu, Waryo mengatakan, warga resah dengan pembangunan pabrik yang berlokasi di RT 05 RW 01 Desa Margaayu.

Pasalnya, warga belum mendapatkan sosialisasi tentang pembangunan pabrik tersebut. 

Baca Juga: Tercatat Peserta Anugerah Desa Wisata Indonesia Capai 1.583

"Kami juga menduga bahwa pembangunan pabrik yang saat ini mulai perataan tanah belum berizin," ujarnya. 

Menurut dia, perataan tanah di lokasi pembangunan pabrik itu, telah menutup saluran air pembuangan limbah rumah tangga.

Hal itu bisa menjadi penyebab banjir yang imbasnya keperumahan warga yang berjarak sekitar 500 meter. Sementara ini, lahan seluas 5 hektare baru dilakukan perataan tanah seluas 1 hektare. 

"Kami datang ke sini (DLH) untuk melaporkan dan mempertanyakan tentang izin pembangunan pabrik itu. Jika tidak ada izinnya, kami minta untuk dihentikan sementara," katanya. 

Baca Juga: Masuk Brebes, Ratusan Kendaraan Diputar Balik di Brebes

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

X