Isolasi Pasien Covid Maksimalkan Rumah Sakit

- Minggu, 11 Juli 2021 | 19:49 WIB
M Khuzaeni (SM/Dwi Putra GD) (Dwi Putra GD)
M Khuzaeni (SM/Dwi Putra GD) (Dwi Putra GD)

SLAWI, suaramerdeka-pantura.com - Kebijakan isolasi pasien Covid-19 yang memanfaatkan puskemas di Kabupaten Tegal, diminta untuk dibatalkan. Pemkab diharapkan memanfaatkan rumah sakit yang belum bekerjasama untuk penanganan Covid-19. 

"Saya mohon maaf bila usulan saya terkait villa di Guci yang dijadikan tempat isolasi, terlalu dini saya sampaikan," kata Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tegal M Khuzaeni yang mengklarifikasi pernyataannya sebelumnya.

Dikatakan, penolakan warga Guci berkaitan dengan usulan villa dijadikan tempat untuk isoman dapat dimaklumi, karena yang dibutuhkan adalah dibukanya kembali pariwisata.

Baca Juga: Villa di Guci Diusulkan Jadi Tempat Isolasi

Hal itu agar Guci kembali bergairah dan masyarakat bisa berjualan. Dengan adanya PPKM jelas menghentikan aktivitas pariwisata.

"Mudah-mudahan PPKM tidak diperpanjang," harapnya. 

Pria yang akrab disapa Jeni itu menegaskan, tidak sepekat jika puskesmas dijadikan tempat isolasi. Pasalnya akan menambah penyebaran Covid-19, dimana di puskemas banyak masyarakat umum yang berobat.

Sementara itu, di RSUD Dr Soeselo Slawi juga penuh pasien Covid-19. Pihaknya menyarankan untuk memanfaatkan rumah sakit yang ada di wilayah Slawi untuk kerjasama dalam penyediaan tempat isolasi. 

Baca Juga: Rusunawa RSUD Suradadi Jadi Tempat Isolasi Terpusat Pasien Covid-19

"Lakukan kerjasama dengan rumah sakit sekitar Slawi, seperti RS Harapan Sehat, RS Adela, dan RS Hawari. Kalau sudah dan masih kurang menampung pasien Covid bisa kerjasama dengan hotel-hotel wilayah Slawi," usulnya.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

14 Camat Mendapat  Hukuman Disiplin Ringan

Jumat, 20 Agustus 2021 | 19:44 WIB
X