Bupati Tegal Minta Satgas Jogo Tonggo Pantau Kondisi Pasien yang Sedang Isoman

- Rabu, 7 Juli 2021 | 21:01 WIB
EVAKUASI: Relawan PMI Kabupaten Tegal melakukan evakuasi terhadap warga yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di rumah, Minggu (4/7). PMI Kabupaten Tegal membuka layanan call center 0811250091 dan 02834561201 untuk penjemputan jenazah pasien Covid-19 di rumah untuk dibawa ke rumah sakit. (SM/Cessnasari)  (Cessnasari)
EVAKUASI: Relawan PMI Kabupaten Tegal melakukan evakuasi terhadap warga yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di rumah, Minggu (4/7). PMI Kabupaten Tegal membuka layanan call center 0811250091 dan 02834561201 untuk penjemputan jenazah pasien Covid-19 di rumah untuk dibawa ke rumah sakit. (SM/Cessnasari) (Cessnasari)

SLAWI, suaramerdeka-pantura.com - Bupati Tegal Umi Azizah menyampaikan, pihaknya akan berupaya memaksimalkan fungsi dan peran Satgas Jogo Tonggo Covid-19 untuk memantau kondisi pasien isoman, salah satunya dengan rutin memeriksa saturasi oksigen. 

Hal ini dikatakan Umi saat menggunjungi kesiapan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) sebagai tempat isolasi mandiri terpusat di RSUD Suradadi belum lama ini. 

Umi mengatakan,  saturasi oksigen ini bisa digunakan sebagai indikator awal untuk memeriksa kondisi pasien dengan mengetahui kadar oksigen dalam aliran darah.

Baca Juga: PPKM Darurat, Kapolres Pekalongan : Masyarakat Jangan Panik

“Jika angkanya masih diatas 95, maka isoman pada pasien Covid-19 bisa terus dilanjutkan di rumah. Tapi jika di bawah 95, maka harus segera dirujuk ke rumah sakit atau layanan fasilitas kesehatan terdekat,” kata Umi. 

Umi berharap, Satgas Jogo Tonggo setidaknya bisa memiliki alat pengukur saturasi oksigen yang banyak tersedia di pasaran dengan kisaran harga mulai Rp 200.000-an.

Umi menambahkan, di tengah peningkatan kasus Covid-19, cara pencegahan terbaik adalah menerapkan protokol kesehatan secara ketat, seperti memakai masker saat keluar rumah dan mengurangi mobilitas. Karena menurutnya, lebih baik mencegah daripada mengobati. 

“Protokol kesehatan itu harga mati dan nomor satu. Jangan sampai kendor. Itu kuncinya,” tegasnya. 

Baca Juga: Kapolres Pekalongan Minta Masyarakat Dukung PPKM Darurat

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Hendadi Setiadji menuturkan, fenomena pasien Covid-19 isoman meninggal dunia di rumah tidak hanya terjadi di Kabupaten Tegal.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Warga Dukuh Tembara Iuran Membangun Jembatan

Rabu, 19 Oktober 2022 | 14:53 WIB

Polres Tegal Bagikan 350 Paket Sembako Kepada Nelayan

Rabu, 28 September 2022 | 08:14 WIB

Terekam CCTV, Pembobol Mesin ATM BRI Gunakan Linggis

Kamis, 15 September 2022 | 17:41 WIB
X