ASN Diminta Wajib Pakai Batik Tegal

- Minggu, 4 Juli 2021 | 16:47 WIB
KRT Sugono Adinagoro (Dwi Putra GD)
KRT Sugono Adinagoro (Dwi Putra GD)

SLAWI, suaramerdeka-pantura.com - Bupati Tegal diminta kembali mewajibkan pakaian batik kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tegal. Hal itu dimaksudkan agar perajin batik Tegalan bisa tetap lestari di masa pandemi Covid-19. 

"Pastinya perajin batik Tegalan terpengaruh lesunya ekonomi di masa pandemi Covid-19," kata Anggota DPRD Kabupaten Tegal, KRT Sugono Adinagoro, Minggu (4/7/2021). 

Menurut Sugono, perajin batik Tegalan di Kabupaten Tegal, terutama batik tulis semakin berkurang. Selain tersisih dengan adanya batik cap, juga imbas pandemi Covid-19.

Mereka kesulitan untuk memasarkan produknya, karena masyarakat lebih memilih mementingkan kebutuhan sehari-hari. 

Baca Juga: 24 Pasar Tradisional di Brebes Ditutup Sementara

"Buat makan saja sulit, apalagi buat beli batik. Selain itu, kegiatan resmi dan hajatan juga dibatasi, sehingga tidak laku dijual," ujar Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan itu. 

Oleh karena itu, lanjut dia, dibutuhkan peran serta pemerintah dalam memasarkan produk Tegalan.

Pemkab Tegal pernah mewajibkan penggunaan pakaian batik Tegalan setiap hari Kamis. Namun, sejak beberapa tahun lalu diganti dengan pakaian hitam-hitam dengan menggunakan iket. 

"Kami minta dikembalikan menggunakan batik Tegalan. Ini untuk melestarikan dan mengembangkan batik Tegalan," ujar Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tegal itu. 

Baca Juga: Di Kegiatan Kundapil, Bisri Romly Serahkan Bantuan Sebuah Laptop kepada SMK Al-Syairiyah Limpung

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Layanan Pembuatan Kartu AK 1 Semakin Mudah dan Cepat

Sabtu, 28 Januari 2023 | 19:58 WIB

Warga Dukuh Tembara Iuran Membangun Jembatan

Rabu, 19 Oktober 2022 | 14:53 WIB

Polres Tegal Bagikan 350 Paket Sembako Kepada Nelayan

Rabu, 28 September 2022 | 08:14 WIB

Terekam CCTV, Pembobol Mesin ATM BRI Gunakan Linggis

Kamis, 15 September 2022 | 17:41 WIB
X