Bupati Batang Wihaji Bayar Tukang Pijat Tuna Netra Dengan Bedah Rumah

- Selasa, 22 Juni 2021 | 19:32 WIB
Bupati Batang WIhaji saat dipijat Suroso didampingi istrinya Sasriyah. Selain membei bantuan uang, Bupati juga membayar pijatan itu bedah rumah untuk pasangan tuna netra yang tinngal di Desa Banaran, Banyuputih, Batang, foto/Arif Suryoto
Bupati Batang WIhaji saat dipijat Suroso didampingi istrinya Sasriyah. Selain membei bantuan uang, Bupati juga membayar pijatan itu bedah rumah untuk pasangan tuna netra yang tinngal di Desa Banaran, Banyuputih, Batang, foto/Arif Suryoto

 

"WAH mantap pijatannya. Iki awaku pegel-pegel dadi mari,''ujar Bupati Batang Wihaji seusai dipijit Suroso (22) seorang tunanetra warga Desa Banaran, Kecamatan Banyuputih Selasa (22/6).

Siang itu dalam rangka Tilik Warga, Bupati WIhaji seusai mengunjungi warga Tulis kemudian bergeser ke Banyputih. Dia mendatangi rumah Suroso yang ditinggali bersama keluargnya.

Pasanngan Suroso-istrinya Sasriyah (51) yang juga tunanetra berprofesi sebagai tukang pijat di Desa Banaran. Keduanya sudah dua tahun pulang ke kampung halamannya setelah sebelumnya, menekuni tukang pijat pekerjaan serupa di Jakarta.

Baca Juga: Baru Keluar Penjara, Residivis Narkoba Kembali Ditangkap

Baca Juga: Bisri Romly Bersama Relawan Pemuda Gus Muhaimin Gas Pol Menuju Abdul Muhaimin Iskandar Presiden 2024

Sambil memijat Bupati Wihaji, Suroso mengisahkan kehidupannya. Dsalam satu bulan, dia rata-rata memijat 15-17 orang.

"Niat saya membantu orang, karena itu tidak mematok harga. Kadang ada yang memberi Rp 20 ribu, tapi alhamdulillah banyak juga yang mengasih Rp 50 ribu," ucap Suroso, kepada suaramerdeka-pantura.com.

Diapun merasa ikhlas memijat semata-mata untuk membantu orang yang kecapaian agar badanya bugar kembali. Selain itu, penghsilannya untuk kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Relawan Pemuda Gus Muhaimin Jawa Tengah Solidkan Langkah Menuju Abdul Muhaimin Iskandar Presiden 2024

"Tidak menyangka, yang datang Pak Bupati Wihaji. Alhamdulillah mesti menempati rumah yang reyot ternyata dia santai dipijit bahkan nggelsor dilantai,''ujar Suroso.

Dia menuturkan, dipertemukan istrinya saat mengikut pelatihan di Jakarta. "Namanya jodoh akhirnya kami menikah.
Bupati Wihaji sambil dipijat melihat kondisi rumah yang tidak layak huni itu. Karena dindingnya dari papan sudah banyak keropos.

"Tukang pijat saat ini sangat terdampak pandemi covid. Masyarakat takut menggunakan jasa tukang pijat, karena khawati. Meski sebenanrnya mereka sudah menerapkan protokol kesehatan, sehingga pendapatan sangat berkurang,''ujarnya.

Usai dipijat sekitar 30 menit, Bupati Wihaji memberikan bantuan uang tunai Rp 2 juta untuk membantu perekonomian pasangan tunanetra itu.

Selain itu juga akan memperbaiki rumah Suroso dengan bedah rumah.

"Ini bagian dari program Tilik Warga, semangatnya pemerintah hadir untuk mengetahui kondisi warga yang benar-benar membutuhkan uluran tangan. Kebetulan dia profesi tukang Melihat kondisi fisik dan ekonomi, pasangan itu layak untuk diperhatikan pemerintah daerah. Karena itu, salah satunya akan membangun rumahnya melalui bedah rumah," katanya.

Baca Juga: Mobil Travel Masuk Jurang di Bantarkawung, Sopir Tewas, 4 Penumpang Luka

Bedah rumah dilakukan kerjabakti gotong royong jajaran Pemkab, dananya iuran pimpinan OPD yang dikumpulkan pada HUT Kabupaten Batang April lalu.

Rumah Suroso akan diperbaiki dinding dinding semula papan menjadi tembok, dua kamar tidur dan satu kamar pijat terpisah agar lancar, kamar mandi, dan melengkapi perabot rumah tangga.

"Pembangunan dilakukan dengan kerjabakti gotong royong. Pelaksanaanya dan waktu segera disusun dengan waktu satu hari selesai. Alhamdulillah terimakasih Pak Bupati Wihaji, rumahnya akan diperbaiki. Saya senang karena nanatinya bisa praktek di kamar yang terpisah khusus untuk pijat,''ujar Suroso.

Halaman:
1
2
3

Editor: Agus Setiawan

Tags

Terkini

Kantor UPP Batang Gelar Program Padat Karya

Senin, 13 September 2021 | 17:59 WIB
X