Wabup Mansur Serap Aspirasi Petani Widodaren

- Senin, 15 Agustus 2022 | 16:21 WIB
Tari gambyong disajikan dalam sarasehan petani Desa Widodaren, Kecamatan Petarukan dengan Wakil Bupati Pemalang Mansur Hidayat.suaramerdeka.com (Ali Basarah)
Tari gambyong disajikan dalam sarasehan petani Desa Widodaren, Kecamatan Petarukan dengan Wakil Bupati Pemalang Mansur Hidayat.suaramerdeka.com (Ali Basarah)

PEMALANG,suaramerdeka-pantura.com - Wakil Bupati (Wabup) Pemalang Mansur Hidayat menyerap aspirasi petani Desa Widodaren, Kecamatan Petarukan. Desa Widodaren ini merupakan desa dengan panen yang luas sebagaimana diatur dalam peraturan daerah (Perda) Kabupaten Pemalang nomor 1/2017.

Mansur menyerap aspirasi petani melalui acara sarasehan di balai Desa Widodaren, Senin (15/8). Menurut dia apabila pertanian ingin mendapatkan keuntungan panen yang lebih banyak maka biaya operasional agar ditekan.

"Misalnya untuk pupuk karena harganya mahal maka harus ditekan dengan menggunakan pupuk bersubsidi tapi masalahnya adalah pupuk bersubsidi merupakan kebijakan pemerintah pusat,"kata Mansur.

Dalam sarasehan disana para petani mengungkapkan banyak hal seputar pertaniannya. Dengan dipandu moderator Kepala Desa Widodaren, Nasichin petani menyampaikan masalah infrastruktur pertanian, pupuk, dan pengairan.

Wakil Bupati Mansur hadir didampingi Ketua Komisi B DPRD Pemalang Fahmi Hakim. Manurut Fahmi pendataan penerima pupuk bersubsidi bekerjasama dengan pihak ketiga yaitu BRI."Yang perlu dipahami petani adalah bahwa persoalan pupuk merupakan kewenangan pemerintah pusat, pemerintah daerah hanya mengawal,"kata dia.

Kemudian sesuai slogan Petani Berdaulat maka setiap tahun subsidi pupuk akan dikurangi. Tahun ini lanjut Fahmi untuk pupuk urea dengan luas lahan 127 ribu hektar di Pemalang dengan musim panen tiga kali setahun dan jumlah petani sebanyak 96 ribu membutuhkan 32.209 ton pupuk.

"Kenyataannya realisasi alokasi dari pemerintah pusat kurang dari 24 ribu ton,"ujarnya. Adapun kebutuhan pupuk bersubsidi lainnya seperti jenis NPK kebutuhannya 31.000 ton namun realisasinya hanya 10 ribu ton, selanjutnya pupuk ZA kebutuhan 958 ton hanya diberi 97 ton.

Editor: Nur Khoerudin

Sumber: Pemkab Pemalang

Tags

Terkini

Gara-gara Buru-buru Live Streaming, Istri Dibunuh Suami

Jumat, 23 September 2022 | 06:26 WIB

Pilkades Damai di Pemalang Siap Digelar

Kamis, 22 September 2022 | 08:06 WIB

Pemkab Pemalang-Kejari Perkuat Sinergitas

Selasa, 20 September 2022 | 06:36 WIB

Pilkades Serentak Diminta Bersih Tanpa Suap

Senin, 19 September 2022 | 15:18 WIB

Badan Koordinasi TPQ Gelar Diklat Manajemen

Minggu, 18 September 2022 | 08:17 WIB

Belasan Anak Jalanan Terjaring Operasi Penertiban

Jumat, 16 September 2022 | 16:18 WIB

Plt Bupati Pemalang Undang Warga Dialog di Pendapa

Jumat, 16 September 2022 | 15:55 WIB

Empat Proyek Jalan Senilai Miliaran Disidak

Kamis, 15 September 2022 | 15:15 WIB

Moh Sidik Dilantik Pj Sekda Pemalang

Rabu, 14 September 2022 | 20:23 WIB

Jam Komandan, TNI Tetap Loyal dan Solid

Rabu, 14 September 2022 | 15:30 WIB

Situs Pelatihan Guru Digital Diluncurkan

Rabu, 14 September 2022 | 07:26 WIB

Meriah, Olahraga Bersama Haornas

Senin, 12 September 2022 | 10:19 WIB

Masyarakat Disilakan Berobat ke Klinik Polisi

Senin, 12 September 2022 | 10:14 WIB

Komisi XI-BI Bagikan Sembako warga Terdampak Kenaikan BBM

Minggu, 11 September 2022 | 13:58 WIB

Mahasiswa Tolak Kenaikan Harga BBM

Kamis, 8 September 2022 | 18:54 WIB

Warga Terdampak Penyesuaian Harga BBM Terima Bansos

Rabu, 7 September 2022 | 19:48 WIB

Masjid Jami Al Mu'minun Kesesirejo Diresmikan

Rabu, 7 September 2022 | 19:26 WIB

Sebanyak 92 Anak Tidak Sekolah Dapat Beasiswa

Selasa, 6 September 2022 | 20:32 WIB
X