Bawaslu Kota Pekalongan Luncurkan Buku Pengawasan Pemilu

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 16:54 WIB
SERAHKAN : Ketua Bawaslu Kota Pekalongan Sugiharto serahkan buku “Meneropong Pengawasan Pemilu dan Pilkada Kota Pekalongan Era 2004-2023” kepada mantan Panwaslu Kota Pekalongan Listiyo Budi Santoso dan Aris Nur Khamidi, Kamis (11/8).  Foto : (suaramerdeka-pantura/Isnawati)
SERAHKAN : Ketua Bawaslu Kota Pekalongan Sugiharto serahkan buku “Meneropong Pengawasan Pemilu dan Pilkada Kota Pekalongan Era 2004-2023” kepada mantan Panwaslu Kota Pekalongan Listiyo Budi Santoso dan Aris Nur Khamidi, Kamis (11/8). Foto : (suaramerdeka-pantura/Isnawati)

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pekalongan meluncurkan buku “Meneropong Pengawasan Pemilu dan Pilkada Kota Pekalongan Era 2004-2023” di Kantor Bawaslu Kota Pekalongan, Kamis (11/8).

Buku setebal 197 halaman tersebut berisi peristiwa-peristiwa menarik dalam pengawasan Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Pekalongan pada masa lalu. Peristiwa-peristiwa itu dikelompokkan ke dalam sepuluh periode Pemilu dan Pilkada sejak 2004 hingga 2023. Buku ini juga dilengkapi dengan profil kelembagaan dan profil anggota Panitia Pengawas atau Bawaslu Kota Pekalongan pada setiap periode.

Ketua Bawaslu Kota Pekalongan Sugiharto menjelaskan, buku ini diterbitkan untuk mengabadikan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Kota Pekalongan sejak periode 2004 hingga 2023.

“Semua peristiwa jika tidak didokumentasikan pasti akan hilang. Melalui buku ini, Bawaslu Kota Pekalongan berusaha semaksimal mungkin mencatatkan dan menorehkan kejadian-kejadian dan peristiwa-peristiwa dalam Pemilu dan Pilkada era 2004 hingga 2023. Kami tidak ingin sejarah pengawasan Pemilu dan Pilkada sejak 2004 hilang,” paparnya.

Dijelaskan dia, buku sejarah tentang pengawasan pemilu dan pilkada tersebut ditulis berdasarkan data, fakta dan informasi yang bersumber dari pelaku sejarah pengawasan Pemilu dan Pilkada di Kota Pekalongan.

Sugiharto berharap, buku tersebut bisa menjadi referensi dan acuan pembelajaran bagi masyarakat Kota Pekalongan, terutama generasi muda yang akan mempelajari sejarah pengawasan Pemilu dan Pilkada di Kota Pekalongan.

“Buku ini kami persembahkan kepada masyarakat Kota Pekalongan. Harapannya, buku ini bisa menjadi literasi dan sumber referensi bagi mahasiswa dan kalangan akademisi untuk memperluas cakrawala pengawasan Pemilu dan Pilkada di Kota Pekalongan,” sambungnya.

Bedah buku dan launching buku itu menghadirkan dua narasumber, yakni mantan Panwaslu Kota Pekalongan Listiyo Budi Santoso dan Aris Nur Khamidi. Aris menceritakan beberapa peristiwa menarik yang terjadi pada pengawasan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekalongan (Pilwalkot) tahun 2010.

Aris menyebut, Pilwalkot Pekalongan 2010 kondisinya “panas” karena saat itu hanya ada calon tunggal. Yakni Mochammad Basyir Ahmad yang berpasangan dengan Abu A Mafachir. Sehingga pendaftaran diperpanjang. Namun sampai waktu penutupan, tidak ada pendaftar baru.

Setelah diperpanjang untuk kedua kali, lanjut dia, muncul pasangan calon baru, yakni Supriyadi yang berpasangan dengan Abdul Kholik dari jalur perseorangan.

Halaman:

Editor: Kuswandi SM

Tags

Terkini

Hendak Berlayar Jadi ABK, Pelaku Penusukan Ditangkap

Jumat, 23 September 2022 | 17:03 WIB

Perhutani Salurkan Bantuan Pinjaman Rp 135 Juta

Jumat, 23 September 2022 | 16:50 WIB
X