Kasus Dugaan Invoice Fiktif di PLTU Batang, Berkas Sudah P21, Perkara Segera Disidangkan

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 11:47 WIB
SAMPAIKAN KETERANGAN : Kasintel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pekalongan, Andritama Anasiska, menyampaikan keterangan terkait posisi berkas kasus dugaan invoice fiktif di kantornya. Foto : (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi)
SAMPAIKAN KETERANGAN : Kasintel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pekalongan, Andritama Anasiska, menyampaikan keterangan terkait posisi berkas kasus dugaan invoice fiktif di kantornya. Foto : (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi)

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com - Kasus dugaan invoice fiktif layanan kapal di pelabuhan PLTU Batang memasuki babak baru. Dalam waktu dekat,  tersangka RY akan menjalani sidang karena berkas perkara sudah dinyatakan  lengkap atau P21 oleh penyidik Satreskrim Polres Pekalongan Kota. "Untuk kasus yang kami tangani yakni dugaan invoice fiktif sudah P21, tinggal menunggu tahap 2," terang Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Ahmad Masdar Tohari, ditemui di kantormya, Senin (8/8).

Menurutnya, langkah berikutnya tinggal menunggu kesiapan jaksa untuk menerima tersangka dan barang bukti. Pihaknya sudah melengkapi permintaan jaksa pada saat berkas masih P-19.Tohari  menyebut pihak kejaksaan meminta ada penambahan keterangan seorang saksi. Setelah penambahan itu, berkasnya dinyatakan lengkap.

Baca Juga: Kasus Dugaan Invoice Fiktif di PLTU Batang, Kuasa Hukum PT Sparta : Aktor Intelektual Harus Diungkap

Terpisah, Kasintel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pekalongan, Andritama Anasiska menjelaskan, berkas P21 itu bernomor B 1055/m.3.12/eoh.1/08/2022. Selanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan penyidik terkait penyerahan tersangka dan barang bukti.

"Langkah berikutnya adalah membentuk tim jaksa penuntut umum dan rencana dakwaan, untuk kelengkapan administrasi. Kemudian dilimpahkan ke pengadilan," terangnya.

Sementara, Kuasa Hukum PT Sparta Putra Adhyaksa, M Zainudin mengapresiasi kinerja polres Pekalongan Kota dan Kejari Kota Pekalongan. Ia berharap, perkara itu segera disidangkan.Ia menyebut proses hukum terhadap dugaan tagihan fiktif ini merupakan pintu masuk dugaan praktek mafia Pelabuhan di PLTU Batang.

"Saya harap dari kepolisian atau kejaksaan terus mengejar aktor intelektual di balik semua ini. Karena yang jadi tersangka saat ini hanya staf biasa," tuturnya.

Dirinya menambahkan sudah melaporkan kasus itu hingga ke Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.  Hal itu sesuai dengan sikap presiden yang berkomitmen akan memberantas mafia pelabuhan.

Editor: Yanuar Oky Budi Saputra

Tags

Terkini

Hendak Berlayar Jadi ABK, Pelaku Penusukan Ditangkap

Jumat, 23 September 2022 | 17:03 WIB

Perhutani Salurkan Bantuan Pinjaman Rp 135 Juta

Jumat, 23 September 2022 | 16:50 WIB
X