Kejar Penurunan Angka Stunting, Masyarakat Diminta Kawal Ibu Hamil

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 11:05 WIB
POSYANDU: Bupati  Tegal Umi Azizah meninjau pelaksanaan kegiatan Posyandu di Desa Harjosari Kidul, Kecamatan Adiwerna usai meluncurkan Gebyar Posyandu Tingkat Kabupaten Tegal di Balai Desa Harjosari Kidul, Rabu (3/8/2022).  (Cessnasari )
POSYANDU: Bupati Tegal Umi Azizah meninjau pelaksanaan kegiatan Posyandu di Desa Harjosari Kidul, Kecamatan Adiwerna usai meluncurkan Gebyar Posyandu Tingkat Kabupaten Tegal di Balai Desa Harjosari Kidul, Rabu (3/8/2022). (Cessnasari )

SLAWI, suaramerdeka-pantura.com - Bupati Tegal Umi Azizah didampingi Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie meluncurkan Gebyar Posyandu tingkat Kabupaten Tegal di Balai Desa Harjoasari Kidul, Kecamatan Adiwerna, Rabu (3/8/2022).

Kegiatan diikuti perwakilan kepala OPD, Camat, Kades, organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, kepala Puskesmas , TNI dan Polri.

Bupati Tegal Umi Azizah dalam sambutannya menekankan pentingnya penanganan stunting dari hulu ke hilir, mulai dari program edukasi dan pemeriksaan kesehatan kepada remaja putri, ibu hamil, pemeriksaan kesehatan bayi serta balita hingga intervensi gizi untuk mencegah stunting.

Baca Juga: Ruwat Bumi Guci, Simbol Syukur Warga terhadap Hasil Alam

Dalam pencegahan stunting, kata Umi , seluruh elemen mulai dari tingkat desa hingga kabupaten harus berkomitmen dan berperan serta.

Umi juga berpesan agar Posyandu yang ada di tiap-tiap desa juga harus diaktifkan. Jumlah Posyandu di Kabupaten Tegal, kata Umi, mencapai 1.540 Posyandu.

“Dari hulu kita kawal. Mudah-mudahan bisa dibawah satu digit. Potensi yang kita miliki luar biasa. Banyak pertemuan di tingkat desa dan ranting. Kalau sebelumnya bapak-bapak tidak pernah bicara stunting, ke depan harus ambil bagian membicarakan stunting.Ini menyangkut anak-anak kita,” tutur Umi.

Umi juga mengajak anggota oranisasi kemasyarakatan dan kepemudaan seperti dari Fatayat, Muslimat, Nasyiatul Aisyiyah, Aisyiyah, GP Ansor, IPNU-IPPNU Pemuda Muhammadiyah untuk turut dalam penanganan stunting dan mengawal ibu hamil agar anak yang dilahirkan sehat.

Baca Juga: Kompol Pariastutik Jabat Wakapolres Pekalongan Kota

“Sahabat Ansor, Pemuda Muhammadiyah harus mengawal ibu hamil. Bapak-bapaknya mendorong ibu hamil memeriksakan kesehatan. Selama ibu hamil agar diprioritaskan dapat gizi yang cukup,” tutur Umi.

Dalam acara itu, Umi menyampaikan terjadi selisih angka stunting di Kabupaten Tegal . Dari hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) prevalensi stunting di Kabupaten Tegal sebesar 28 persen, sedangkan data Dinkes sebesar 12 persen.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

33 Siswa SD Slawi Wetan 01,02,03 Keracunan Maklor

Selasa, 9 Agustus 2022 | 02:58 WIB

BPBD Kabupaten Tegal Bentuk Tim Reaksi Cepat Terpadu

Selasa, 2 Agustus 2022 | 09:48 WIB
X