Ruwat Bumi Guci, Simbol Syukur Warga terhadap Hasil Alam

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 10:40 WIB
BEREBUT: Warga berebut gunungan hasil bumi seperti  sayur mayur dan umbi-umbian pada upacara ruwat bumi yang digelar di lapangan parkir Daerah Tujuan Wisata Guci, Selasa (2/8/2022). (Cessnasari )
BEREBUT: Warga berebut gunungan hasil bumi seperti sayur mayur dan umbi-umbian pada upacara ruwat bumi yang digelar di lapangan parkir Daerah Tujuan Wisata Guci, Selasa (2/8/2022). (Cessnasari )

SLAWI, suaramerdeka-pantura.com - Arak-arakan gunungan hasil bumi dan tumpeng turut memeriahkan upacara ritual ruwat bumi yang digelar warga Dukuh Pekandangan, Desa Rembul dan Desa Guci, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Selasa (2/8/2022).
Gunungan hasil bumi dan tumpeng itu diarak dari permukiman warga hingga lapangan parkir Pasar Guci.

Arak-arakan gunungan dan tumpeng berlangsung meriah, diiringi tetabuhan, musik dan warga yang mengenakan berbagai kostum karnaval.

Setelah ritual ruwat bumi selesai, gunungan dan tumpeng berisi berbagai jenis sayuran, umbi-umbian, nasi dan aneka makanan diperebutkan oleh warga.

Ya, ritual ruwat bumi ini menjadi acara rutin yang dilaksanakan warga Dukuh Pekandangan Desa Rembul dan Desa Guci , Kecamatan Bojong setiap bulan Muharram.

Baca Juga: Gatot : Perlu Jam Terbang Bagi Pemain Lokal, Persip Pekalongan Taklukan Persiba 4:0

Selain dimeriahkan berbagai seni budaya rakyat seperti Lengger, Jaran Lumping, Gending Jawa, pemandian dan penyembelihan wedhus kendhit menjadi ritual yang ditunggu- tunggu warga.

Sudah menjadi tradisi, wedhus kendhit atau kambing berbulu hitam kelam dengan bulu putih mengitari bagian perut dimandikan di Pancuran 13 oleh bupati yang dianggap sebagai orang tua bagi warga setempat. Prosesi memandikan wedhus kendhit diikuti tokoh masyarakat dan sesepuh desa setempat.

Bupati Tegal Umi Azizah yang hadir memimpin upacara ritual ruwat Guci menyampaikan, prosesi ruwat bumi menjadi daya tarik wisatawan sekaligus upaya melestarikan , merawat dan nguri-uri tradisi lokal.

“Ditinjau dari akar budaya bangsa kita yang sangat menjunjung tinggi menghargai alam ciptaan-Nya, maka saya memandang ruwat bumi ini sebagaimana investasi, wujud nyata ungkapan rasa syukur kita, rasa syukur masyarakat Guci dan sekitarnya atas segala nikmat dan karunia yang telah Allah berikan.Dan sekaligus pula ini bermakna sebagai sarana mendekatkan diri, meningkatkan ketakwaan juga keimanan kita kepadaSang Khalik,” tutur Umi.

Baca Juga: Pemalang Juara Umum Kejurda Karate-Do Gojukai Piala Kapolres Tegal

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Warga Dukuh Tembara Iuran Membangun Jembatan

Rabu, 19 Oktober 2022 | 14:53 WIB

Polres Tegal Bagikan 350 Paket Sembako Kepada Nelayan

Rabu, 28 September 2022 | 08:14 WIB

Terekam CCTV, Pembobol Mesin ATM BRI Gunakan Linggis

Kamis, 15 September 2022 | 17:41 WIB
X