1.134 TPK Mendampingi Keluarga Berisiko Stunting

- Kamis, 21 Juli 2022 | 20:05 WIB
Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo menerima penghargaan penilaian capaian kinerja stunting tingkat Provinsi Jawa Tengah.suaramerdeka.com/Ali Basarah (Ali Basarah)
Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo menerima penghargaan penilaian capaian kinerja stunting tingkat Provinsi Jawa Tengah.suaramerdeka.com/Ali Basarah (Ali Basarah)

PEMALANG,suaramerdeka-pantura.com - Sebanyak 1.134 Tim Pendamping Keluarga (TPK) dibentuk di Kabupaten Pemalang untuk penguatan peran program penanggulangan stunting berbasis keluarga. Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo mengatakan untuk menangani stunting ini dilakukan rembug yang melibatkan pemerintah dan masyarakat.

"Rembug stunting ini adalah bentuk komitmen dan tanggungjawab terhadap keberlangsungan proses percepatan penurunan stunting di Kabupaten Pemalang sekaligus upaya untuk mengindentifikasi permasalahan stunting yang selanjutnya kita rumuskan upaya-upaya percepatan penurunannya," kata Bupati saat membuka rembug stunting di hotel The Winner, baru-baru ini.

Menurut dia dalam percepatan penurunan stunting ditempuh upaya terintegrasi dari semua unsur baik yang berkontribusi dalam intervensi sensitif maupun intervensi spesifik. Oleh karena itu dibutuhkan koordinasi dan komitmen yang kuat dari berbagai pihak antara lain bidang kesehatan, pangan dan gizi serta lingkungan yang memadai yaitu sanitasi, jamban keluarga dan ketersediaan air bersih serta pola asuh balita.

Lebih lanjut Bupati mengatakan pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Pemalang dimulai sejak tahun 2019. Saat itu ditetapkan 10 desa lokus penanganan stunting setiap tahunnya.

Oleh karena itu sampai tahun 2022 secara akumulatif Kabupaten Pemalang telah menetapkan 50 desa lokus pelaksanaan percepatan penurunan stunting. Percepatan ini tercantum dalam rencana aksi daerah penanggulangan stunting sampai dengan tahun 2024.

"Program penanggulangan stunting berbasis keluarga berimplikasi pada penguatan peran TPK di tingkat desa yang terdiri atas tenaga kesehatan, PPKBD, dan kader PKK,"ujarnya.

Kepala Dinas Keshatan Yulies Nuraya mengatakan rembug stunting Kabupaten Pemalang bertujuan untuk meninjau capaian kinerja penanggulangan stunting.

"Rembug ini untuk mengidentifikasi masalah dan merumuskan strategi percepatan penurunan bersama, menguatkan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting berbasis keluarga dengan melibatkan unsur pemerintah dunia usaha ormas, media massa dan akdemik,"jelasnya.(K40)

 

Halaman:

Editor: Nur Khoerudin

Sumber: Dinas Kesehatan Jateng, Pemkab Pemalang

Tags

Terkini

Gara-gara Buru-buru Live Streaming, Istri Dibunuh Suami

Jumat, 23 September 2022 | 06:26 WIB

Pilkades Damai di Pemalang Siap Digelar

Kamis, 22 September 2022 | 08:06 WIB

Pemkab Pemalang-Kejari Perkuat Sinergitas

Selasa, 20 September 2022 | 06:36 WIB

Pilkades Serentak Diminta Bersih Tanpa Suap

Senin, 19 September 2022 | 15:18 WIB

Badan Koordinasi TPQ Gelar Diklat Manajemen

Minggu, 18 September 2022 | 08:17 WIB

Belasan Anak Jalanan Terjaring Operasi Penertiban

Jumat, 16 September 2022 | 16:18 WIB

Plt Bupati Pemalang Undang Warga Dialog di Pendapa

Jumat, 16 September 2022 | 15:55 WIB

Empat Proyek Jalan Senilai Miliaran Disidak

Kamis, 15 September 2022 | 15:15 WIB

Moh Sidik Dilantik Pj Sekda Pemalang

Rabu, 14 September 2022 | 20:23 WIB

Jam Komandan, TNI Tetap Loyal dan Solid

Rabu, 14 September 2022 | 15:30 WIB

Situs Pelatihan Guru Digital Diluncurkan

Rabu, 14 September 2022 | 07:26 WIB

Meriah, Olahraga Bersama Haornas

Senin, 12 September 2022 | 10:19 WIB

Masyarakat Disilakan Berobat ke Klinik Polisi

Senin, 12 September 2022 | 10:14 WIB

Komisi XI-BI Bagikan Sembako warga Terdampak Kenaikan BBM

Minggu, 11 September 2022 | 13:58 WIB

Mahasiswa Tolak Kenaikan Harga BBM

Kamis, 8 September 2022 | 18:54 WIB

Warga Terdampak Penyesuaian Harga BBM Terima Bansos

Rabu, 7 September 2022 | 19:48 WIB

Masjid Jami Al Mu'minun Kesesirejo Diresmikan

Rabu, 7 September 2022 | 19:26 WIB

Sebanyak 92 Anak Tidak Sekolah Dapat Beasiswa

Selasa, 6 September 2022 | 20:32 WIB
X