Puluhan Ha Lahan Bawang di Brebes Terendam Banjir, Petani Terpaksa Panen Dini

- Senin, 18 Juli 2022 | 12:03 WIB
Seorang petani bawang di Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Brebes, terpaksa memanen dini tanannya karena terendam banjir, Sabtu (16/7/2022)  (Bayu Setiawan )
Seorang petani bawang di Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Brebes, terpaksa memanen dini tanannya karena terendam banjir, Sabtu (16/7/2022) (Bayu Setiawan )

BREBES, suaramerdeka-pantura.com - Puluhan hektare (ha) lahan bawang merah di sejumlah desa, di Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, terendam banjir, Sabtu (16/7/2022). Banjir menggenangi tanaman bawang merah petani ini, menyusul hujan deras menguyur wilayah tersebut sejak dini hari.

Akibatnya, petani mengalami kerugian hingga ratusan juta. Untuk menekan jumlah kerugian ini, petani terpaksa harus memanen tanamannya lebih awal atau panen dini.

Padahal saat ini usia tanaman tersebut belum waktunya dipanen, karena rata-rata baru berumur 45 hari. Sedangkan waktu normal panen ketika usia tanaman 60 hari.

Baca Juga: PLN UPT Purwokerto Terima Sertifikat Tanah

"Saat ini kondisi laham sedang banjir, meskipun usia tanam masih kurang matang, kami dan petani di sini terpaksa memanen lebih dini untuk menyelamatkan hasil bawang merahnya. Kalau dibiarkan terendam sampai dua hari, bawang akan busuk," kata Juwari, seorang petani bawang merah asal Desa Sidamulya Kecamatan Wanasari.

Juwari yang juga Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) itu mengungkapkan, berdasarkan data yang diterima dari kelompok tani di wilayah Kecamatan Wanasari, total lahan bawang yang terendam banjir sekitar 50 - 60 ha.

Namun demikian, jumlah luasan lahan yang terendam banjir itu, bisa terus bertambah lantaran saat ini pihaknya masih melakukan pendataan.

Baca Juga: Jembatan Poncol Diperbaiki, Ruas Pejagan-Prupuk Ditutup Total 4 Bulan

"Kalau banjir begini, satu hektare lahan siap panen milik petani merugi sampai Rp 130 juta. Padahal, perkiraan di bulan-bulan ini biasanya tidak turun hujan dengan intensitas tinggi, tapi sejak semalam hujan intensitas tinggi. Memang, ini perubahan anomali cuaca yang membingungkan petani," terangnya.

Menurut dia, banjir yang merendam areal bawang merah kali ini terbilang paling luas, dalam kurun sebulan belakangan. Selain hujan dengan intensitas tinggi, penyebab lahan pertanian terendam banjir karena saluran Sungai Layapan menyempit. Itu karena harus melintasi ruas tol trans Jawa, dan kondisinya mengalami pendangkalan sungai. Sehingga aliran air tak lancar.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Nur Nadlifah Ajak Kader Fatayat NU Atasi Masalah Stunting

Selasa, 13 September 2022 | 17:06 WIB

Tim Pora Sidak, 105 TKA Tercatat Bekerja di Brebes

Sabtu, 10 September 2022 | 02:59 WIB

Bupati Brebes Lantik 205 Pejabat Fungsional

Selasa, 2 Agustus 2022 | 09:34 WIB

PLN UPT Purwokerto Terima Sertifikat Tanah

Senin, 18 Juli 2022 | 11:39 WIB

Polsek Bumiayu Amankan Pelaku Curanmor

Selasa, 12 Juli 2022 | 18:07 WIB
X