Turunkan Angka Stunting, Pemberian PMT Bagi Anak Usia Dua Tahun Digencarkan

- Senin, 11 Juli 2022 | 15:04 WIB
RAKOR: Wakil Bupati Tegal sekaligus Ketua TPPS Kabupaten Tegal Sabilillah Ardie (tengah) saat membuka Rakor Perencanaan dan Strategi Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Tegal Tahun 2022 di Ruang Rapat Bupati Tegal. (Cessnasari )
RAKOR: Wakil Bupati Tegal sekaligus Ketua TPPS Kabupaten Tegal Sabilillah Ardie (tengah) saat membuka Rakor Perencanaan dan Strategi Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Tegal Tahun 2022 di Ruang Rapat Bupati Tegal. (Cessnasari )

SLAWI, suaramerdeka-pantura.com - Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Tegal terus berupaya mempercepat penurunan angka stunting di daerahnya yang pada tahun 2021 lalu mencapai 28 persen.

Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) angka prevalensi stunting Kabupaten Tegal menduduki peringkat kedua tertinggi di Jawa Tengah setelah Wonosobo.

Untuk itu, Wakil Bupati Tegal sekaligus Ketua TPPS Kabupaten Tegal Sabilillah Ardie mengajak seluruh stakeholders termasuk masyarakat ikut andil membantu upaya penurunan angka stunting, baik melalui intervensi gizi spesifik maupun gizi sensitif.

Baca Juga: Presiden Jokowi Berkurban Satu Sapi di Desa Dermasuci, Kabupaten Tegal

Untuk meraih target penurunan stunting dalam waktu dekat, pihaknya akan memfokuskan diri bekerja dalam jangka pendek. Karena menurutnya, di bulan Agustus mendatang akan ada pendataan ulang dari pemerintah pusat.

“Kita lakukan strategi penanganan jangka pendek terlebih dahulu, terutama di bulan Juli sampai Agustus ini. Sehingga harapannya, angka stunting kita bisa berubah, menurun. Setelah itu, kita fokuskan kerja kolaborasi yang lebih luas di 2023, di mana semua pihak harus bergerak, berkontribusi menurunkan angka stunting,” ujar Ardie pada rapat koordinasi perencanaan dan strategi percepatan penurunan stunting tingkat Kabupaten Tegal Tahun 2022.

Salah satu strategi penanganan jangka pendek, lanjut Ardie, yakni menggencarkan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak di bawah usia dua tahun (Baduta), pelatihan pemberian makan bayi dan anak (PMBA) dan pemantauan pertumbuhan perkembangan serta pemberian imunisasi dan vitamin A.

Baca Juga: Diimbau Daging Kurban Dikemas dalam Wadah Bukan Plastik

“Selain itu juga pemberian makanan tambahan, obat cacing, vitamin A bagi balita dan perawatan stunting dan gizi buruk di TFC (theraupetic feeding center) sehingga pertumbuhan dan perkembangannya terpantau,” jelas Ardie.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Ruszaeni menuturkan untuk menurunkan angka stunting ini perlu dilakukan kerjasama dan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, tim penggerak PKK hingga organisasi kemasyarakatan.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Terekam CCTV, Pembobol Mesin ATM BRI Gunakan Linggis

Kamis, 15 September 2022 | 17:41 WIB

Atap Bangunan SD Pedeslohor 02 Ambruk Saat Direnovasi

Selasa, 13 September 2022 | 17:28 WIB

33 Siswa SD Slawi Wetan 01,02,03 Keracunan Maklor

Selasa, 9 Agustus 2022 | 02:58 WIB

BPBD Kabupaten Tegal Bentuk Tim Reaksi Cepat Terpadu

Selasa, 2 Agustus 2022 | 09:48 WIB
X