Tingkatkan Kunjungan Pembaca, Perpustakaan Daerah Kabupaten Tegal Diperluas

- Rabu, 6 Juli 2022 | 15:01 WIB
PELETAKAN BATU: Staf Ahli Bupati Tegal Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Abdul Apipudin meletakkan batu pertama, tanda dimulainya pekerjaan konstruksi perluasan layanan perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Perpusarda) Kabupaten Tegal. (SM/dok)
PELETAKAN BATU: Staf Ahli Bupati Tegal Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Abdul Apipudin meletakkan batu pertama, tanda dimulainya pekerjaan konstruksi perluasan layanan perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Perpusarda) Kabupaten Tegal. (SM/dok)

SLAWI, suaramerdeka-pantura.com - Untuk meningkatkan jumlah kunjungan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Perpusarda) Kabupaten Tegal terus berupaya menambah daya tarik Perpustakaan Daerah Soekarno-Hatta bagi kalangan pelajar,mahasiswa maupun publik lainnya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membangun gedung untuk perluasan layanan. Peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pekerjaan konstruksi dilakukan Staf Ahli Bupati Tegal Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Abdul Apipudin belum lama ini.

Apipudin menyambut baik pembangunan gedung senilai Rp 2,19 miliar ini. Pasalnya, dengan bertambahnya luasan ruang perpustakaan disertai penataan interiornya yang baik semakin menambah daya tarik para pelajar, mahasiswa maupun publik lainnya untuk datang dan berkunjung.

Baca Juga: Kampanye Stop Pacaran, Nikah Massal Bakal Digelar di Trasa

Hal itu berarti kesempatan untuk meningkatkan minat membaca buku di kalangan masyarakat akan semakin terbuka, di tengah tantangan perkembangan era digital seperti saat ini.

“Di era digital seperti sekarang ini, minat baca masyarakat kita cenderung menurun karena lebih menyukai tayangan audio visual dan membaca secara sekilas, termasuk anak-anak kita yang lebih menyukai bermain gawai pintar ketimbang membaca buku,” katanya.

Melihat fenomena tersebut, menurut Apip, perlu ada satu usaha besar untuk mendorong kecintaan masyarakat Kabupaten Tegal terhadap buku bacaan dan kebiasaan membaca, dengan harapan akan tumbuh budaya baca, disamping membuka akses buku bacaan berkualitas ke masyarakat.

“Memiliki minat membaca saja tidaklah cukup karena masih berupa potensi yang belum terwujud. Butuh ketersediaan buku yang lengkap serta ruang baca yang representatif dan nyaman,” tuturnya.

Baca Juga: Perekomomian Membaik, Target Penerimaan Pajak Daerah 2023 Dinaikkan

Lebih lanjut Apip mengungkapkan, literasi membaca masyarakat Indonesia masih terbilang rendah, di mana dari skala Indeks Alibaca 0-100, untuk dimensi akses dan dimensi budayanya baru mencapai 23,09 poin dan 28,50 poin.

Padahal dari segi dimensi kecakapannya cukup tinggi, yakni 75,92 poin. Adapun untuk dimensi alternatifnya masih rendah dengan 40,49 poin. Apabila dihitung poin rata-rata, Indeks Alibaca Indonesia baru mencapai 37,32.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Terekam CCTV, Pembobol Mesin ATM BRI Gunakan Linggis

Kamis, 15 September 2022 | 17:41 WIB

Atap Bangunan SD Pedeslohor 02 Ambruk Saat Direnovasi

Selasa, 13 September 2022 | 17:28 WIB

33 Siswa SD Slawi Wetan 01,02,03 Keracunan Maklor

Selasa, 9 Agustus 2022 | 02:58 WIB

BPBD Kabupaten Tegal Bentuk Tim Reaksi Cepat Terpadu

Selasa, 2 Agustus 2022 | 09:48 WIB
X