Vaksinasi Massal PMK Dicanangkan di Kabupaten Tegal, 1.500 Dosis Vaksin Diterima dari Kementan

- Selasa, 5 Juli 2022 | 01:58 WIB
PENCANANGAN: Kepala Balai Veteriner Subang, Kementerian Pertanian, drh Sodirun didampingi Bupati Tegal Umi Azizah dan sejumlah kepala OPD Kabupaten Tegal hadir dalam pencanangan vaksinasi massal PMK di Gedung Serba Guna Desa Jatilaba, Kecamatan Margasari, Senin (4/7/2022).  (Cessnasari )
PENCANANGAN: Kepala Balai Veteriner Subang, Kementerian Pertanian, drh Sodirun didampingi Bupati Tegal Umi Azizah dan sejumlah kepala OPD Kabupaten Tegal hadir dalam pencanangan vaksinasi massal PMK di Gedung Serba Guna Desa Jatilaba, Kecamatan Margasari, Senin (4/7/2022). (Cessnasari )

SLAWI, suaramerdeka-pantura.com - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkiti ratusan ternak sapi milik peternak di Kabupaten Tegal menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Tegal. Sejak beberapa waktu lalu, Pemkab Tegal melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian telah melakukan upaya pengobatan dan vaksinasi terhadap ternak sapi dan kambing yang terjangkit PMK.

Untuk mengatasi PMK di daerahnya, Bupati Tegal Umi Azizah secara langsung meminta kepada Kementerian Pertanian bisa memenuhi kebutuhan vaksin PMK di Kabupaten Tegal.

Permintaan tersebut disampaikan Umi Kepala Balai Veteriner Subang, Kementerian Pertanian, drh Sodirun pada acara pencanangan vaksinasi massal PMK di Gedung Serba Guna Desa Jatilaba, Kecamatan Margasari, Senin (4/7/2022).

Baca Juga: Offroader Pemalang Sabet Emas di Fornas VI Palembang

Menurut Umi, bantuan vaksinasi untuk 1.500 ternak masih sangat kurang bila dibandingkan dengan jumlah ternak sapi di Kabupaten Tegal yang mencapai 11.000 ekor.

“Untuk itu mohon Pak Sodirun, kalau sekarang vaksinasi baru ada 1.500 untuk Pemkab Tegal, sementara jumlah sapi yang ada di Kabupaten Tegal mencapai 11.000, saya sangat berharap kehadina panjenangan hari ini membawa kabar baik bagi peternak sapi. Penuhi kebutuhan kami. Setidaknya 10.000 vaksin kami terima lagi dari Kementan, agar teman-teman peternak sapi hatinya tidak was-was, bisa tenang,” ungkap Umi dihadapan petenak sapi yang ikut hadir pada acara tersebut.

Umi mengatakan, PMK bukan penyakit baru pada ternak, tapi PMK pada ternak ini menjadi penyalit yang paling penting untuk diatasi.

“Indonesia telah 36 tahun aman dari penyakit tersebut, namun tahun ini penyakit tersebut kembali masuk, dan dampak langsungnya terhadap produktivitas dan konsekuensi ekonomi sangat besar terhadap perdagangan ternak dan produk ternak,” sebutnya.

Baca Juga: Resmikan Pembangunan Pasar Seng, Bupati Brebes Akan Jadikan Pasar Kalierang Sebagai Taman Kota

Pada kesempatan itu, Umi menyampaikan terima kasih kepada Kementan yang telah mengalokasikan bantuan vaksin PMK di daerahnya, sebab tidak semua daerah mendapatkan bantuan tersebut.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Terekam CCTV, Pembobol Mesin ATM BRI Gunakan Linggis

Kamis, 15 September 2022 | 17:41 WIB

Atap Bangunan SD Pedeslohor 02 Ambruk Saat Direnovasi

Selasa, 13 September 2022 | 17:28 WIB

33 Siswa SD Slawi Wetan 01,02,03 Keracunan Maklor

Selasa, 9 Agustus 2022 | 02:58 WIB

BPBD Kabupaten Tegal Bentuk Tim Reaksi Cepat Terpadu

Selasa, 2 Agustus 2022 | 09:48 WIB
X