Diringkus, Ayah Tega Cabuli Anak Kandung hingga Hamil 2 Bulan

- Jumat, 1 Juli 2022 | 00:54 WIB
DIMINTAI KETERANGAN : Seorang anggota Polres Brebes, tengah memintai keterangan pelaku pencabulan terhadap anak kandungnya. (Bayu Setiawan )
DIMINTAI KETERANGAN : Seorang anggota Polres Brebes, tengah memintai keterangan pelaku pencabulan terhadap anak kandungnya. (Bayu Setiawan )

BREBES, suaramerdeka-pantura.com - Jajaran Polres Brebes meringkus RJ (38), warga Kecamatan Paguyangan, Selasa (28/6/2022). Pria ini ditangkap lantaran tega mencabuli anak kandungnya SU, yang baru berusia 14 tahun hingga hamil dua bulan.

Pelaku melakukan aksi bejat itu di rumahnya secara berulang kali. Parahnya lagi, aksinya itu dilakukan disaat isterinya terlelap tidur. Sementara korban tidur bersama kedua orangtuanya dalam satu kasur. Aksi pencabulan anak kandung itu, terbongkar setelah korban hamil dua bulan.

Kapolres Brebes AKBP Fasial Febrianto melalui KBO Reskrim Polres Brebes, Iptu Puji Heryati mengatakan, pelaku melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya dilakukan sejak Januari hingga April 2022 lalu. Kasus itu terbongkar saat korban menceritakan peristiwanya tersebut kepada ibunya.

Baca Juga: Perhutani KPH Pekalongan Barat Bagikan Sisa Dana Sharing Produksi Kepada 24 LMDH

"Saat itu, korban mual-mual. Setelah diperiksa, dokter kaget karena korban dalam kondisi hamil dua bulan. Dokter pun menanyakannya kepada ibu korban, siapa pelaku yang menghamili korban," terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, aksi bejat pelaku dilancarkan saat istrinya terlelap tidur. Sejak kecil hingga remaja, korban tidur bersama kedua orangtuanya.

Kondisi tersebut dimanfaatkan pelaku untuk mencabuli anak kandungnya hingga berulang kali. "Karena kemungkinan lantaran korban masih di bawah umur, jadi takut dengan ayahnya. Aksinya ini dilakukan berulang kali dan pelaku tidak melakukan ancaman," jelasnya.

Baca Juga: DPC Peradi Pekalongan, Batang dan Tegal Resmi Dilantik

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Undang-undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT) karena menetap dalam lingkup rumah tangga. Pelaku terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

"Pelaku diancam hukuman minimal lima tahun penjara, maksimal 15 tahun penjara," tandasnya.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Nur Nadlifah Ajak Kader Fatayat NU Atasi Masalah Stunting

Selasa, 13 September 2022 | 17:06 WIB

Tim Pora Sidak, 105 TKA Tercatat Bekerja di Brebes

Sabtu, 10 September 2022 | 02:59 WIB

Bupati Brebes Lantik 205 Pejabat Fungsional

Selasa, 2 Agustus 2022 | 09:34 WIB

PLN UPT Purwokerto Terima Sertifikat Tanah

Senin, 18 Juli 2022 | 11:39 WIB

Polsek Bumiayu Amankan Pelaku Curanmor

Selasa, 12 Juli 2022 | 18:07 WIB
X