Kasus Dugaan Invoice Fiktif di PLTU Batang, Kuasa Hukum PT Sparta : Aktor Intelektual Harus Diungkap

- Rabu, 29 Juni 2022 | 18:41 WIB
KONFERENSI PERS : Kuasa Hukum PT Sparta Putra Adyaksa, M Zaenudin (kiri), didampingi Didik Pramono (Direktur PT Sparta Putra Adhyaksa), dan Totok PU (Penasehat PT Sparta Putra Adhyaksa), menyampaikan konferensi pers terkait kasus dugaan invoice fiktif. Foto : (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi)
KONFERENSI PERS : Kuasa Hukum PT Sparta Putra Adyaksa, M Zaenudin (kiri), didampingi Didik Pramono (Direktur PT Sparta Putra Adhyaksa), dan Totok PU (Penasehat PT Sparta Putra Adhyaksa), menyampaikan konferensi pers terkait kasus dugaan invoice fiktif. Foto : (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi)

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com - Kasus dugaan invoice (tagihan-red) fiktif senilai ratusan juta rupiah terjadi di pelabuhan khusus di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang, akhirnya melenggang ke jalur hukum. Kasus yang melibatkan perusahaan keagenan kapal PT Sparta Putra Adhyaksa dengan PT Aquilla Transindo Utama selaku BUP atau pengelola pelabuhan tersebut, telah dikantongi nama tersangka.

Adapun dari hasil penyidikan Polres Kota Pekalongan menetapkan seorang Staf Badan Usaha Pelabuhan (BUP) berinisial RY sebagai tersangka. Dan, kini berkas perkaranya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pekalongan. Kasi Pidum Kejari Kota Pekalongan, Adi Wibowo mengaku telah menerima berkas perkara dari penyidik Polres Pekalongan Kota. Dan, posisi saat ini, kata dia, berkas masih dalam tahap P 19 dan dalam penelitian.

Dijelaskan, penyidik sendiri menggunakan pasal 263 KUHPidana ayat 2 dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun. Selain itu juga pada 53 juncto pasal 378 KUHPidana. "Sementara dari penyidik, tersangka masih satu. Tapi, apakah ada pihak lain yang terlibat?, nanti liat di proses di persidangan," terang Adi Wibowo, didampingi Kasi Intel Kejari Kota Pekalongan, Andritama, ditemui di ruang kerjanya, tadi siang. 

Adanya pengungkapan kasus tersebut, mendapat apresiasi dari kuasa hukum PT Sparta Putra Adhyaksa, M Zaenuddin dalam konferensi persnya, Selasa 28 Juni 2022. "Kami mengapresiasi kinerja Satreskrim Polres Pekalongan Kota yang sudah menetapkan satu tersangka," kata kuasa hukum PT Sparta Putra Adhyaksa, M Zaenuddin.

Dikatakan, invoice fiktif itu berkaitan dengan jasa pelayanan pemanduan dan tunda kapal di pelabuhan PLTU Batang. Pihaknya tidak menerima pelayanan itu, tetapi tagihan justru terus datang hingga 30 invoice. Posisi peristiwa itu berada di kantor PT Sparta Putra Adhyaksa yang berkantor di Kota Pekalongan.

M Zaenudin berharap Satreskrim Polres Pekalongan Kota tidak berhenti di situ. Sebab, dugaannya masih ada aktor intelektual di balik tersangka tersebut. Apalagi tersangka hanya staff, maupun tenaga administrasi. "Kami berharap kasus ini terang benderang. Dan aktor intelektualnya bisa terungkap," tegasnya.

Terpisah, Kuasa Hukum tersangka RY, Janu ketika dikonfirmasi belum berani memberikan statmen apapun. "Oiya, kami memang mendapat kuasa dari RY, tetapi untuk statmen, meski harus ijin dengan keluarga RY," tuturnya.

Diketahui, PT Sparta Putra Adhyaksa merupakan perusahaan milik Didik Pramono yang bergerak di bidang keagenan kapal niaga. Pihaknya menyediakan jasa kapal untuk pengiriman material proyek PLTU ke PT TB selaku salah satu kontraktor dalam PLTU Batang. Kemudian, Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PLTU Batang adalah PT Aquila Transindo Utama. Perusahaan itu yang melaksanakan pelayanan parkir kapal. 

Editor: Yanuar Oky Budi Saputra

Tags

Terkini

Hendak Berlayar Jadi ABK, Pelaku Penusukan Ditangkap

Jumat, 23 September 2022 | 17:03 WIB

Perhutani Salurkan Bantuan Pinjaman Rp 135 Juta

Jumat, 23 September 2022 | 16:50 WIB
X