Sidang Kasus Mutilasi Dimulai, Keluarga Korban Minta Pelaku Dihukum Mati

- Senin, 27 Juni 2022 | 21:46 WIB
KEBERATAN : Wage (61) suami Kasni didampingi pengacara Azis Iswanto menyampaikan keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum usai mengikuti sidang perdana kasus pembunuhan dan mutilasi , di Pengadilan Negeri Slawi Kelas IB , Senin (27/6/2022). Pihak keluarga meminta terdakwa dihukum mati karena perbu (Cessnasari )
KEBERATAN : Wage (61) suami Kasni didampingi pengacara Azis Iswanto menyampaikan keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum usai mengikuti sidang perdana kasus pembunuhan dan mutilasi , di Pengadilan Negeri Slawi Kelas IB , Senin (27/6/2022). Pihak keluarga meminta terdakwa dihukum mati karena perbu (Cessnasari )

SLAWI, suaramerdeka-pantura.com - Sidang kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Kasni (59), secara perdana dimulai di Pengadilan Negeri Slawi Kelas IB, Senin (27/6/2022). Sidang dilaksanakan melalui telekonference.

Sidang dimulai pukul 10.30 dengan agenda pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum. Sebagai penuntut umum Diah Rahmawati SH dan Abdul Basik SH.

Terdakwa, Akhadirun tidak hadir dalam persidangan tersebut dan menyaksikan sidang dari Lapas Kelas IIB Slawi melalui telekonference.

Dalam persidangan tersebut, Akhadirun didakwa telah melanggar pasal 338 KUHP dengan ancaman penjara 15 tahun. Atas dakwaan yang dibacakan JPU, keluarga korban didampingi pengacara Azis Iswanto SH menyatakan keberatan.

Baca Juga: Wabah PMK, Omzet Peternak Sapi di Brebes Justru Meningkat

Wage (61), suami Kasni mengaku kecewa dengan dakwaan tersebut. Ia mengharapkan, terdakwa dapat dijatuhi hukuman lebih berat yakni hukuman mati sesuai dengan perbuatannya.

“Kami keberatan dengan ancaman pasal 338, karena tindakan yang telah dilakukan terduga terdakwa telah memutilasi korban. Tetapi karena ini sudah menjadi hak prerogatif jaksa penuntut umum (JPU) kami menghargai apa yang sudah dibacakan dalam sidang tersebut,” tutur pengacara Azis Iswanto, saat ditemui usai mengikuti jalannya persidangan.

Azis mempertanyakan mengapa JPU tidak menerapkan pasal tambahan mengingat apa yang dilakukan terdakwa, yang telah membunuh dan memutilasi korban.

Baca Juga: BPJAMSOSTEK Cabang Pekalongan Serahkan 37 SKK ke Kejaksaan

“Kenapa tidak menerapkan pasal tambahan, seperti pasal 340 KUHP. Sekalipun kami kecewa karena ini sudah dibacakan dalam persidangan yang resmi, kami akan patuh dan menghormati proses ini,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

33 Siswa SD Slawi Wetan 01,02,03 Keracunan Maklor

Selasa, 9 Agustus 2022 | 02:58 WIB

BPBD Kabupaten Tegal Bentuk Tim Reaksi Cepat Terpadu

Selasa, 2 Agustus 2022 | 09:48 WIB
X