Puluhan Ternak Sapi Mati, Tak Masuk Data Base PMK

- Rabu, 15 Juni 2022 | 15:36 WIB
PERIKSA TERNAK - Tim reaksi cepat PMK DPKH Kabupaten Brebes, tengah memeriksa kondisi sapi yang dilaporkan terindikasi mengalami gejala klinis PMK (Bayu Setiawan )
PERIKSA TERNAK - Tim reaksi cepat PMK DPKH Kabupaten Brebes, tengah memeriksa kondisi sapi yang dilaporkan terindikasi mengalami gejala klinis PMK (Bayu Setiawan )

BREBES, suaramerdeka-pantura.com - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes, mendapatkan laporan puluhan ternak sapi di wilahnya mati.

Namun kematian ternak itu belum bisa diklaim akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Sebab, berdasarkan evaluasi dan penanganan ternak yang terjangkit PMK, potensi kematian akibat PMK hanya 5 persen. Apalagi puluhan sapi yang mati mendadak tersebut, tidak dilaporkan sejak awal, sehingga tidak masuk data base PMK.

"Memang banyak laporan sapi mati, jumlahnya mencapai puluhan. Tapi, jika dari awal gejala klinis hingga mati tidak dilaporkan, maka tidak bisa dikategorikan PMK. Sebab, belum pernah dilakukan pemeriksaan langsung dan uji lab," kata Kepala DPKH Kabupaten Brebes Ismu Subroto saat ditemui wartawan.

Dia mengungkapkan, laporan kematian ternak sapi itu masyoritas diterima jajarannya melalui media sosial. Bahkan, ada beberapa yang menelepon secara langsung.

Baca Juga: Baru Tiga Hari, Operasi Patuh Candi Sudah Jaring 300 Pelanggar

Namun laporan itu disampaikan setelah ternak mati, dan hanya sebatas lisan tanpa dilengkapi foto atau data pendukung lainnya.

"Laporan adanya kematian ternak ini, kami terima sejak Mei lalu, dan mayoritas melalui media sosial. Namun untuk sekarang sudah tidak ada laporan," ungkapnya.

Berdasarkan data base jumlah kasus suspect PMK di Brebes, memang terus mengalami lonjakan signifikan. Bahkan, dari total 17 kecamatan tercatat 15 wilayah sudah banyak ditemukan gejala klinis PMK.

Sedangkan dua wilayah lainnya, yakni Kecamatan Jatibarang dan Kersana belum ada laporan hingga Selasa (14/6/2022).

Baca Juga: Mitsubishi Donasikan Xpander Cross Ke SMK 1 Adiwerna

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

X