Deteksi Bencana Tanah Bergerak, Warga Padasari Dilatih Cara Kerja Alat EWS

- Jumat, 27 Mei 2022 | 16:50 WIB
SIMULASI : Petugas dari BPBD Propinsi Jawa Tengah memberikan penjelasan tentang simulasi bencana tanah bergerak dan cara kerja alat EWS di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Rabu (25/5/2022). (Dwi Putra GD )
SIMULASI : Petugas dari BPBD Propinsi Jawa Tengah memberikan penjelasan tentang simulasi bencana tanah bergerak dan cara kerja alat EWS di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Rabu (25/5/2022). (Dwi Putra GD )

SLAWI, suaramerdeka-pantura.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jateng melakukan kegiatan sosialisasi, gladi, dan simulasi kebencanaan di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, di Kantor Desa Padasari, Rabu (25/5/2022). Dalam kegiaatan itu, BPBD mempraktekan alat pendeteksi dini pergerakan tanah berupa alat Early Warning System (EWS).

Sosialisasi di ikuti oleh warga Desa Padasari dari unsur pemuda, tokoh wanita, tokoh masyarakat, pemerintah desa dan unsur kesehatan setempat. Selain sosialisasi, juga digelar simulasi praktekan alat pendeteksi dini pergerakan tanah yang terpasang di Dukuh Tigasari di RT 8 RW 2.

Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Propinsi Jawa Tengah, Adi Widagno mengatakan, alat pendeteksi bencana EWS terpasang di Desa Padasari pada Maret 2022.

Baca Juga: Dikeluhkan Warga, Dinas Lingkungan Hidup Minta TPS Pasar Balamoa Ditutup

Pemasangan alat EWS dilakukan karena wilayah tersebut dilanda bencana tanah bergerak pada Februari 2022. Setelah terpasang, pihaknya melakukan simulasi gladi bersama dengan tim siaga yang sudah di bentuk masyarakat sekitarnya.

“Harapanya dengan adanya sosialisasi atau gladi, masyarakat ketika ada bencana mengetahui apa yang harus dilakukan, apa yang harus dibawa dan harus menyelamatkan diri kemana sesuai rambu evakuasi yang sudah dipasang dengan titik kumpul yang sudah ditentukan,” terangnya.

Dijelaskan, alat ini terdiri dari peringatan dini hujan karena longsor di picu dari hujan. Kemudian setelah alat berbunyi warga harus waspada dan siaga menginformasikan ke warga lainnya.

Selain itu, ada alarm pergerakan tanah dimana masyarakat segera mengungsi menyelamatkan diri sesuai yang sudah di sepakati.

Baca Juga: Presiden Jokowi Akan Kurban Sapi di Dermasuci Tegal

“Jangan sampe alat itu sudah berbunyi kemudian sudah lari tapi mungkin larinya tidak sesuai arahan. Jalur evakuasi digunakan orang bersama-sama sangat merugikan, padahal sudah tahu lokasi dan posisi masing-masing,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Layanan Pembuatan Kartu AK 1 Semakin Mudah dan Cepat

Sabtu, 28 Januari 2023 | 19:58 WIB

Warga Dukuh Tembara Iuran Membangun Jembatan

Rabu, 19 Oktober 2022 | 14:53 WIB

Polres Tegal Bagikan 350 Paket Sembako Kepada Nelayan

Rabu, 28 September 2022 | 08:14 WIB

Terekam CCTV, Pembobol Mesin ATM BRI Gunakan Linggis

Kamis, 15 September 2022 | 17:41 WIB
X