Antisipasi Aji Mumpung, UPTD Pengelolaan Obyek Wisata Berlakukan Satu Harga

- Jumat, 6 Mei 2022 | 17:06 WIB
MENGATUR: Untuk melindungi konsumen, UPTD Pengelolaan Obyek Wisata Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal mengatur harga makanan yang dijual di tempat wisata seperti di Pantai Purwahamba Indah dan Guci.  (Cessnasari )
MENGATUR: Untuk melindungi konsumen, UPTD Pengelolaan Obyek Wisata Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal mengatur harga makanan yang dijual di tempat wisata seperti di Pantai Purwahamba Indah dan Guci. (Cessnasari )

SLAWI, suaramerdeka-pantura.com - Momen liburan menjadi kesempatan bagi pelaku usaha kuliner untuk meraih untung. Beberapa pelaku usaha tak jarang memanfaatkan aji mumpung dengan menjual makanan dengan harga diluar kewajaran.

Untuk itu, dalam rangka melindungi konsumen terutama pengunjung tempat wisata yang tengah menikmati liburan, UPTD Pengelolaan Obyek Wisata Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal mengatur harga makanan di obyek wisata yang dikelola Pemkab Tegal.

Kepala UPTD Pengelolaan Obyek Wisata Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal Ahmad Abdul Hasin menjelaskan, kebijakan satu harga mulai diterapkan di Daya Tarik Wisata (DTW) Guci dan Pantai Purwahamba Indah sejak H-7 lebaran.

Kebijakan ini telah disepakati dan ditandatangani oleh pedagang. Mereka sepakat untuk menjual makanan dengan tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET) khususnya makanan yang biasa dijual di tempat wisata.

Baca Juga: Batal Digelar, Tegal Bahari Jazz Diganti Halal Bihalal

“Benar, ada kebijakan satu harga untuk kuliner di tempat wisata. Jangan lantaran lebaran, terus pedagang aji mumpung. Agar harga tetap terkendali, pedagang yang menjual makanan dengan melebihi HET (harga eceran tertinggi), akan kami beri sanksi. Kalau perlu besoknya ditutup,” ujar Hasib.

Hasib menyebutkan, beberapa makanan yang umum dijual di tempat wisata seperti bakso, mi ayam, pecel, mendoan, seta kopi dan susu telah disepakati harganya dan pedagang tidak boleh menjual melebihi HET.

“Bakso maksimal harganya Rp 15.000, mi ayam Rp 15.000, pecel Rp 10.000, mendoan Rp 5.000 dapat tiga potong,” jelasnya.

Kebijakan berupa penerapan HET diterapkan, setelah rapat koordinasi dengan pelaku usaha, karena ada sejumlah keberatan yang disampaikan pengunjung tentang harga kuliner yang mendadak naik tidak wajar pada saat libur.

Baca Juga: Pantai Alam Indah Jadi Wisata Primadona di Tegal

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Warga Dukuh Tembara Iuran Membangun Jembatan

Rabu, 19 Oktober 2022 | 14:53 WIB

Polres Tegal Bagikan 350 Paket Sembako Kepada Nelayan

Rabu, 28 September 2022 | 08:14 WIB

Terekam CCTV, Pembobol Mesin ATM BRI Gunakan Linggis

Kamis, 15 September 2022 | 17:41 WIB
X