Rayakan Idul Fitri, Bupati Tegal Ajak Masyarakat Memperkuat Persaudaraan

- Jumat, 6 Mei 2022 | 05:48 WIB
SAMBUTAN: Bupati Tegal Umi Azizah menyampaikan sambutannya sesaat sebelum pelaksanaan ibadah salat Idul Fitri 1 Syawal 1443 Hijriah di Masjid Agung Kabupaten Tegal, Senin (2/5/2022). (SM/Dok)
SAMBUTAN: Bupati Tegal Umi Azizah menyampaikan sambutannya sesaat sebelum pelaksanaan ibadah salat Idul Fitri 1 Syawal 1443 Hijriah di Masjid Agung Kabupaten Tegal, Senin (2/5/2022). (SM/Dok)

SLAWI, suaramerdeka-pantura.com - Momen Ramadhan dan Idul Fitri diharapkan memberikan semangat baru bagi masyarakat untuk bekerja lebih giat dan berkarya lebih hebat, disamping memperkuat persaudaraan antar sesama warga.

Hal ini disampaikan Bupati Tegal Umi Azizah menjelang pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1443 Hijriah di Masjid Agung Kabupaten Tegal, Senin (2/5/2022).

Menurut Umi, ibadah Ramadhan merupakan momentum untuk meningkatkan derajat keimanan dan ketakwaan yang muaranya adalah kerendahan diri untuk saling memaafkan. Sedangkan Syawal dan Idul Fitri kristaliasi yang membawa umat muslim pada fitrahnya.

Baca Juga: Dewan Kebudayaan Buka Posko Musik di Jalur Pantura

“Fitrah sebagai pribadi yang lebih baik, lebih santun, maupun fitrah kita sebagai bangsa yang saling menghormati, saling menghargai, bekerjasama dan bergotong royong,” kata Umi.

Dalam kesempatan ini, Umi mengajak masyarakat untuk menyingkirkan sikap tajassus atau selalu mencari kesalahan orang lain, ghibah atau menggunjing, merendahkan sesama, memberikan julukan buruk, syak wasangka dan politisasi atas segala hal dan permasalahan yang timbul.

“Saatnya kita bergerak maju mencari persamaan, bukan sebaliknya, mempertajam perbedaan. Selalu berupaya mencari titik temu, bukan titik pisah. Saling memperkuat persatuan dan kesatuan, bukan saling melemahkan,” jelasnya.

Baca Juga: Pemudik Bersepeda Motor Padati Pantura Brebes-Tegal

Menurutnya, insan yang ber-Idul Fitri adalah insan yang bisa menyadari bahwa setiap orang dapat melakukan kesalahan dan dari kesadarannya ini, maka bersedia pula untuk memberi dan menerima maafnya.

Pesan persaudaraan pada momen Idul Fitri ini adalah pengingat di tengah kompleksitas kehidupan majemuk masyarakat di mana perbedaan sangat mudah sekali ditemukan. Perbedaan adalah hal yang wajar, karena memang Tuhan menciptakannya dan sengaja menjadikan perbedaan di antara umat sebagai tanda kekuasaan-Nya.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Gagalkan Proyek Sepihak, Fakta Akan Somasi Pokja

Senin, 13 Juni 2022 | 17:00 WIB

Rudi Indrayani Pimpin Gerindra Kabupaten Tegal

Senin, 13 Juni 2022 | 16:48 WIB

LPPL Slawi FM Jadi Rujukan LPPL Kota Magelang

Sabtu, 11 Juni 2022 | 18:37 WIB
X