Seribuan Warga Kabupaten Tegal Masuk Kategori Miskin Ekstrim

- Selasa, 26 April 2022 | 21:01 WIB
BAYAR ZAKAT : Bupati Tegal Hj Umi Azizah bayar zakat kepada petugas Baznas Kabupaten Tegal saat rakor Gerakan Cinta Zakat Menyejahterakan Umat di Ruang Rapat Bupati Tegal, Senin (25/4/2022).  (Dwi Putra GD )
BAYAR ZAKAT : Bupati Tegal Hj Umi Azizah bayar zakat kepada petugas Baznas Kabupaten Tegal saat rakor Gerakan Cinta Zakat Menyejahterakan Umat di Ruang Rapat Bupati Tegal, Senin (25/4/2022). (Dwi Putra GD )

SLAWI, suaramerdeka-pantura.com - Lebih dari 1.000 warga Kabupaten Tegal masuk kategori miskin ekstrim. Mereka memiliki pendapatan perhari hanya Rp 11 ribu. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan stakeholder lainnya diminta untuk fokus membantu masyarakat dengan kategori miskin ekstrim.

Hal itu disampaikan Bupati Tegal, Hj Umi Azizah usai menghadiri Rakor Gerakan Cinta Zakat Menyejahterakan Umat di Ruang Rapat Bupati Tegal, Senin (25/4/2022).

Umi menyampaikan, data warga dengan kemiskinan esktrim muncul dari Pemprov Jateng. Data itu sangat lengkap mulai dari nama, alamat hingga Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Baca Juga: Cabai Hingga Daging Meroket, Harga Daging Sapi Tembus Rp 140 Ribu/Kg

Penyebutan istilah dari pemerintah pusat tentang miskin ektrim itu menjadi indikator dari kebutuhannya warga yang terpenuhi sebesar Rp 11 ribu perhari.

“Misalkan suami istri kerja, tapi anaknya 8 dan kebutuhan yang terpenuhi hanya sebesar Rp 11 ribu. Secara kasar dapat dikatakan ketika pengeluaran penduduk di bawah Rp 11 ribu per kapita per hari, maka penduduk tersebut dikatakan penduduk miskin ekstrim,” jelasnya.

Menurut dia, data yang diterima dari Pemprov Jateng menyebutkan, sebanyak 1.336 warga yang tersebar di lima kecamatan masuk kategori miskin ekstrim. Mereka terdiri dari warga Kecamatan Lebaksiu, Balapulang, Bojong, Bumijawa dan Jatinegara.

Baca Juga: Jalan Pantura Brebes-Pemalang Siap Dilalui Pemudik

Tidak menutup kemungkinan, data itu bertambah karena baru di lima kecamatan, padahal Kabupaten Tegal terdapat 18 kecamatan.

“Kemungkinan juga di luar kecamatan tadi ada, sehingga sudah kami verifikasi data yang tadi kebutuhan mereka yang pasti data ini menjadi acuan pemerintah, BUMD atau masyarakat ketika akan memberikan bantuan sosial,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Warga Dukuh Tembara Iuran Membangun Jembatan

Rabu, 19 Oktober 2022 | 14:53 WIB

Polres Tegal Bagikan 350 Paket Sembako Kepada Nelayan

Rabu, 28 September 2022 | 08:14 WIB

Terekam CCTV, Pembobol Mesin ATM BRI Gunakan Linggis

Kamis, 15 September 2022 | 17:41 WIB
X