Harga Kedelai Tembus Rp 11.400/Kg, Perajin Tahu Berharap Mendapat Subsidi Pemerintah

- Jumat, 4 Maret 2022 | 18:47 WIB
Para pekerja di salah satu industri rumahan Jalan Kiai Kholil Dukuh Pesalakan, Desa Adiwerna, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal melakukan proses pembuatan tahu. Agar tetap bisa  bertahan berproduksi di saat harga kedelai impor yang meroket hingga Rp 11.400/Kg , mereka menyiasati dengan memperkecil ukuran tahu/foto/Cessnasari.
Para pekerja di salah satu industri rumahan Jalan Kiai Kholil Dukuh Pesalakan, Desa Adiwerna, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal melakukan proses pembuatan tahu. Agar tetap bisa bertahan berproduksi di saat harga kedelai impor yang meroket hingga Rp 11.400/Kg , mereka menyiasati dengan memperkecil ukuran tahu/foto/Cessnasari.

SLAWI, suaramerdeka-pantura.com - Harga kedelai impor terus merangkak naik hingga kemarin. Di Kabupaten Tegal, harga kedelai yang sebelumnya telah mencapai Rp 10.900 per kilogram (Kg), pada Jumat (4/3/2022) kemarin naik menjadi Rp 11.400/Kg.

Kenaikan harga bahan baku pembuat tahu dan tempe ini menjadi pukulan telak bagi perajin tahu dan tempe. Meski berat, mereka tetap berusaha bertahan menjalankan usaha yang sudah puluhan tahun dan secara turun temurun ditekuni.

Seperti dituturkan oleh Ketua Paguyuban Perajin Tahu Berkah Lestari Adiwerna, Kabupaten Tegal, Samiun, untuk tetap bertahan, perajin tahu menyiasati dengan memperkecil ukuran tahu hingga 20 persen dari ukuran biasa yang dibuat.

Meski, akibatnya perajin menuai komplain dari konsumen, bahkan konsumen enggan membeli karena tidak tertarik dengan ukuran tahu yang kecil.

Baca Juga: Ansor Karangmulya Galang Dana Untuk Bantu Anak Pengidap Tumor

Ditemui di kediamannya di Jalan Kiai Kholil RT 28 RW 04, Dukuh Pesalakan Desa Adiwerna, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal pada Kamis (3/3) lalu, Samiun menjelaskan, kenaikan harga kedelai terjadi secara bertahap sejak awal pandemi Covid-19 atau sejak dua tahun ini.

“Sebelumnya pada awal pandemi harga kedelai masih Rp 7.000 per kilogram. Kemudian naik terus hingga di pasaran mencapai Rp 10.900,”terang Samiun.

Para perajin berharap pemerintah ikut turun tangan mengatasi kenaikkan harga kedelai. Mereka berharap adanya subsidi kedelai impor.

Akibat dari naiknya harga kedelai impor, para produsen tahu tempe di sejumlah daerah sempat mogok produksi dari 21-23 Februari 2022.

Baca Juga: Usai Catur Brata Penyepian, Umat Hindu Melaksanakan Tradisi Ngembak Geni

Halaman:

Editor: Agus Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Warga Dukuh Tembara Iuran Membangun Jembatan

Rabu, 19 Oktober 2022 | 14:53 WIB

Polres Tegal Bagikan 350 Paket Sembako Kepada Nelayan

Rabu, 28 September 2022 | 08:14 WIB

Terekam CCTV, Pembobol Mesin ATM BRI Gunakan Linggis

Kamis, 15 September 2022 | 17:41 WIB
X