BPNT Cair Berupa Tunai, KPM di Brebes Dipaksa Beli Paket Sembako Saat Pencairan

- Kamis, 24 Februari 2022 | 18:11 WIB
ANTRE PENCAIRAN : KPM peneriam BPNT dari tiga desa di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, tengah mengantre proses pencairan bantuan yang kini berubah menjadi uang tunai, di Balai Desa Cikeusal Kidul, Kecamatan Ketanggungan, kemarin. Mereka resah karena dipaksa membeli paket sembako dari uang bantuan yang diterimanya. (Bayu Setiawan )
ANTRE PENCAIRAN : KPM peneriam BPNT dari tiga desa di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, tengah mengantre proses pencairan bantuan yang kini berubah menjadi uang tunai, di Balai Desa Cikeusal Kidul, Kecamatan Ketanggungan, kemarin. Mereka resah karena dipaksa membeli paket sembako dari uang bantuan yang diterimanya. (Bayu Setiawan )

BREBES, suaramerdeka-pantura.com - Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Kartu Sembako dari Kementerian Sosial yang kini berubah menjadi uang tunai, mulai dilaksanakan di Kabupaten Brebes sejak Rabu (23/2/2022).

Proses penyaluran BPNT di tahun 2022, Kemensos bekerja sama dengan PT Pos Indonesia. Pencairan tahap pertama di Brebes, di antaranya dilaksanakan Desa Cikeusal Lor, Cikeusal Kidul, dan Pamedaran, Kecamatan Ketanggungan.

Namun dalam proses pencairan bansos bagi tiga desa tersebut, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setelah menerima uang bantuannya, dipaksa membeli paket sembako yang telah disediakan suplaiyer di tempat bantuan dicairkan. Hal itu membuat para KPM resah, karena jika tidak membeli paket sembako tersebut mereka diancam dicoret.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, pencairan bantuan BPNT di tiga desa tersebut, dipusatkan di Balai Desa Cikeusal Kidul.

Setiap KPM menerima bantuan uang tunai sebesar Rp 600.000 untuk bulan Januari, Februari dan Maret. Total penerima BPNT dari tiga desa sebanyak 1.117 KPM.

Baca Juga: Pemkab Tegal Gelar Operasi Pasar Beras dan Minyak Goreng

Rinciannya, Desa Cikeusal Kidul sebanyak 298 KPM, Cikeusal Lor 435 KPM dan Pamedaran 384 KPM. Pemaksaan pembelian sembako usai pencarian BPNT itu, diduga dilakukan oleh oknum petugas.

Setiap KPM dipaksa membelanjakan uang bansosnya sebesar Rp 430.000, rinciannya membeli beras sebanyak 36 kilogram seharga Rp 396.000, dan telur sebanyak 1,5 kilogram seharga Rp 34.000.

Nominal itu sesuai catatan nota pembelian yang ditunjukan KPM. Tak hanya itu, KPM juga diwajibkan membuat surat pernyataan membeli sembako, dengan alasan sesuai instruksi dari Kemensos. Jika KPM tidak membeli, mereka akan diancam dicoret dari pemerima BPNT.

"Kami dipaksa beli beras dan telur dengan menandatangani surat pernyataan dan berita acara ini," kata seorang KPM yang keberatan disebutkan identitasnya dengan menunjukan nota bukti pembelian, kemarin.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Lord Rangga, 'Sang Pemimpin Dunia III' Tutup Usia

Jumat, 9 Desember 2022 | 03:04 WIB
X