Fikri Faqih Minta Penanganan Bencana Tanah Bergerak di Dermasuci Harus Lebih Serius

- Senin, 21 Februari 2022 | 19:18 WIB
MENYERAHKAN: Anggota DPR RI Dapil Jawa Tengah IX, Abdul Fikri Faqih dalam tinjauannya ke lokasi bencana  di Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Minggu (20/2) menyerahkan bantuan bagi warga terdampak bencana. (Cessnasari )
MENYERAHKAN: Anggota DPR RI Dapil Jawa Tengah IX, Abdul Fikri Faqih dalam tinjauannya ke lokasi bencana  di Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Minggu (20/2) menyerahkan bantuan bagi warga terdampak bencana. (Cessnasari )

SLAWI, suaramerdeka-pantura.com - Tanah bergerak yang dipicu intensitas hujan yang tinggi terjadi di Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, sepanjang Sabtu (12/2/2022) hingga Minggu (13/2/2022).

Tanah bergerak menyebabkan ratusan rumah rusak dan ratusan warga mengungsi.

Sebanyak 238 rumah rusak akibat bencana, diantaranya 98 rusak berat, 90 rusak sedang dan 50 rusak ringan. Kerusakan juga dialami kantor pemerintahan desa, Masjid dan MDA.

Anggota DPR RI Dapil Jawa Tengah IX, Abdul Fikri Faqih dalam tinjauannya ke lokasi bencana  berharap penanganan bencana tanah bergerak yang terjadi di Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal dapat dilakukan lebih serius. Selain itu, ia berharap ada solusi karena saat ini warga diungsikan di SDN 1 Dermasuci.

Baca Juga: AkibatTanah Bergerak, 80 Keluarga di Desa Dermasuci Kabupaten Tegal Akan Direlokasi

“Saya sudah kontak Dirjen Dikdasmen juga, karena ini ini tanggap darurat sampai 2 Maret, harus ada penanganan untuk anak sekolah karena 7 Maret sudah mulai tes."

"Pemerintah pusat, daerah, provinsi harus bekerjasama sesuai kewenangan dalam UU Pemerintah Daerah. Ini bukan penanganan biasa, karena ini bencana. Setelah selesai ini tidak ada yang menjamin berhenti, karena bisa bergerak kalau hujan,” ujar anggota legislatif yang terpilih dari Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes ini.

Dalam tinjauan ke lokasi bencana itu, Fikri juga berharap alat deteksi dini bencana Early Warning System (EWS) yang sudah ada difungsikan lebih optimal sehingga bisa mencegah kerugian yang lebih besar.

Baca Juga: Vaksinasi Booster Tutup Rangkaian HPN PWI Kota Pekalongan

Pada saat meninjau lokasi tersebut (20/2/2022), Fikri  mengapresiasi langkah yang dilakukan beberapa pihak yakni pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan para relawan yang memberikan bantuan.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

33 Siswa SD Slawi Wetan 01,02,03 Keracunan Maklor

Selasa, 9 Agustus 2022 | 02:58 WIB

BPBD Kabupaten Tegal Bentuk Tim Reaksi Cepat Terpadu

Selasa, 2 Agustus 2022 | 09:48 WIB
X