Kemenpora Identifikasi Bakat Olahraga Ratusan Siswa

- Jumat, 11 Juni 2021 | 18:54 WIB
IDENTIFIKASI : Sejumlah siswa menjalani identifikasi bakat olahraga di Stadion Manggala Krida Kedungwuni Jumat (11/6)
IDENTIFIKASI : Sejumlah siswa menjalani identifikasi bakat olahraga di Stadion Manggala Krida Kedungwuni Jumat (11/6)

KAJEN-suaramerdeka-pantura.com- Sebanyak 250 anak usia SMP se derajat di Kabupaten Pekalongan menjalani tes identifikasi bakat olahraga khususnya dalam bidang atletik yang diselenggarakan oleh Kemenpora RI, bekerjasama dengan UNY, Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan MGMP PJOK Se Kabupaten Pekalongan.

Pelaksanaan tes identifikasi bakat diaksanakan di Stadion Manggala Krida, Selasa-Kamis (8-10) Juni 2021.

“Kita memberikan kesempatan kepada pemerintah daerah untuk mencari talenta atlet berbakat dari usia anak-anak. Sehingga nantinya bisa ditemukan atlet berprestasi melalui sport science dengan dibantu para praktisi dari universitas,” kata Plt.Kabid Pembibitan Dan Pengembangan Bakat Kemenpora RI, Waluyono.

Selain itu, Kemenpora juga memberikan pembelajaran bagi guru yang tergabung dalam MGMP PJOK, baik teori dan praktek agar mereka mampu mendeteksi anak didiknya yang mempunyai talenta olahraga.

“Paska ini, kami berharap pemerintah daerah peduli dengan anak-anak yang mempunyai potensi olahraga, karena tanpa pemerintah, siapa yang akan mengorbitkan mereka?. Pemerintah juga harus memberikan kepastian kesejahteraan bagi atlet sehingga para orang tua akan senantisa memotivasi anaknya,” terangnya.

Dijelaskan, Kegiatan ini dirancang bukan semata hanya bersifat ceremonial. Dirinya meminta guru lebih serius, dan bisa berkomunikasi dengan pemerintah daerah dan Koni agar atlet dapat terus diperhatikan.

Hal senada dikatakan Tim Ahli Kemenpora, Cukup Pahala Widi. Menurutnya tes identifikasi bakat ini untuk menyaring atlet tahap dua di cabang atletik. Menurutnya ada tiga tahap, diantaranya pemanduan bakat, identifikasi bakat dan talent developmen.

“Pemanduan bakat biasanya dari anak SD, dia cocoknya dicabang olahraga apa, setelah ketemu kemudian diientifikasi cocoknya dinomor apa. Kalau diatletik ada empat nomor yakni lari sprin, lari menengah jauh, lompat dan lempar,” terangnya.

“Setelah itu, masuk tahap ketiga, talent developmen yakni pengembangan bakat, jika di sprin cocoknya di lari 100, 200 atau lari gawang, jika lempar misalnya di tolak peluru atau lempar lembing,” papar Cukup.

Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga Dinporapar Kabupaten Pekalongan Subkhan menuturkan, kegiatan ini hanya diselenggarakan di 5 tempat di Indonesia dan salah satunya di Kabupaten Pekalongan. Identifikasi atlet merupakan bentuk fasilitasi dari kemenpora yang diberikan kepada dinas yang menaungi olahraga.

Halaman:

Editor: Siti Masithoh

Tags

Terkini

Waspada, Peredaran Gelap Narkoba Sasar Anak-Anak

Selasa, 15 Juni 2021 | 18:45 WIB

SMK NU Kesesi Buka Jurusan Tata Boga

Kamis, 3 Juni 2021 | 15:56 WIB
X