Banyak Kartu Tani di Pemalang belum Diaktifkan

- Kamis, 13 Januari 2022 | 06:16 WIB
MENGGELAR PERTEMUAN : Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang menggelar pertemuan untuk mengatasi masalah kartu tani.
MENGGELAR PERTEMUAN : Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang menggelar pertemuan untuk mengatasi masalah kartu tani.

PEMALANG -suaramerdeka-pantura.com- Kartu tani dj Pemalang yang sudah ditangan petani banyak yang belum aktif. Kepala Dinas Pertanian Pemalang, Wahadi mengatakan jumlah kartu tani yang belum aktif mencapai 57% dari yang sudah disalurkan.

Untuk mengatasinya Dinas Pertanian mempertemukan produsen pupuk Petro Kimia dan Kujang, distributor dan kios pupuk lengkap (KPL) atau pengecer, BRI dan Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3).

"Pertemuan ini untuk meminimalisasi masalah pupuk yang ada di Kabupaten Pemalang antara lain masalah kartu tani untuk membeli pupuk dimana petani kadang -kadang tidak mengaktifkan kartunya, kemudian ada alasan nomor induk kependudukannya (NIK) tidak bisa sesuai sehingga tidak bisa diakses dan ada yang, lupa persomal identifikasi number (PIN),"kata Wahadi.

Adapun kartu tani yang jumlahnya ratusan ribu sudah disalurkan sebanyak 90%. Meski yang aktif baru separuhnya namun tidak berari Pupuk tidak disalurkan semuanya sebab petank masih bisa mengambil Pupuk bersubsidi tanpa kartu tani dengan memenuhi persyaratan-persyaratan.

Menurut dia pupuk di Pemalang ada yang subsidi dan non subsidi. Untuk kebutuhan non subsidi jumlahnya lebih besar dari pada Pupuk bersubsidi dan harga pupuk non subsidi lebih mahal.

Lebih lanjut dia mengatakan pupuk subsidi ada kuotanya antara lain SP 36 untuk hortikultura lalu untuk tanaman pangan pupuk ZA. Ketentuan tersebut kata dia diatur oleh pemerintah pusat menyesuaikan anggaran di APBN.

Pada tahun 2021 lanjutnya untuk pupuk ponska hanya bisa dibeli 38% dari kebutuhan sehingga petani mengeluh. Petani tidak tahu mengenai hal ini. Sementara kehutuhan untuk satu hektar sawah hanya dipenuhi sebanyak 4,5 kuintal pupuk subsidi.

Pupuk bersubsidi diberikan kepada petani dengan sawah paling luas 2.

Apabila petani memiliki lebih dari 2 hektar bisa diatas namakan keluarga atau petani petani penggarap. Sementara itu melalui Pertemuan tersebut diharapkan penyaluran pupuk subsidi tepat sasaran, tepat waktu dan harga. (K40)

Editor: Siti Masithoh

Tags

Terkini

Anak Tidak Sekolah Ada di Semua Desa

Rabu, 26 Januari 2022 | 16:13 WIB

Satgas BLBI Sita Aset Texmaco Pemalang

Jumat, 21 Januari 2022 | 05:40 WIB

Banyak Kartu Tani di Pemalang belum Diaktifkan

Kamis, 13 Januari 2022 | 06:16 WIB

Diterjang Banjir Bandang, Jembatan Gunungbatu Putus

Sabtu, 8 Januari 2022 | 06:50 WIB

Warga Pemalang Terima Beras dari Puan Maharani

Kamis, 6 Januari 2022 | 16:55 WIB

Tak Kuat Nanjak, Bus Terbalik, Satu Penumpang Tewas

Selasa, 4 Januari 2022 | 16:29 WIB

Berantem Antar Suporter Sepak Bola, Empat Diamankan

Senin, 3 Januari 2022 | 12:45 WIB

Sukarso Pimpin Kwarcab Pramuka Pemalang

Minggu, 19 Desember 2021 | 20:41 WIB
X