Gubernur Ganjar Bagikan Mainan untuk Anak Desa Miskin Ekstrem

- Senin, 20 Desember 2021 | 15:16 WIB
MEMBERIKAN MAINAN : Gubernur Ganjar Pranowo memberikan mainan kepada anak di desa miskin eksrtrem di Desa Klareyan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang
MEMBERIKAN MAINAN : Gubernur Ganjar Pranowo memberikan mainan kepada anak di desa miskin eksrtrem di Desa Klareyan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang

PEMALANG - suaramerdeka_pantura.com_ Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo membagikan mainan anak- anak untuk anak di desa yang masuk kategori desa miskin ekstrem di Desa Klareyan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang. Gubernur berbagi usai meninjau pembangunan talud di desa tersebut.

Satu demi satu mainan anak dia keluarkan sendiri dari mobil dinasnya. Namun demikian pembagian berjalan dengan tertib tidak sampai terjadi desak-desakan.

Kepada wartawan yang mewawancarai Gubernur mengatakan kedatangannya ke Desa Klareyan adalah untuk melihat pembangunan talud."Mudah-mudahan talud yang dibangun akan bermanfaat, dapat mencegah banjir dan pekerjaannya berkualitas bagus,"kata Gubernur, Senin (20/12).

Pembangunan talud ini dilakukan lantaran sudah dua tahun yang lalu dilakukan refokusing anggaran."Kita hitung-hitung kok masih ada kesempatan dari beberapa anggaran, karena itu kita keluarkan, para Kades untuk mengawasi dengan baik pelaksanaan anggaran ini,"ujarnya.

Menurut dia pekerjaan ini bersifat agak paralel dari APBD akhir tahun, karena itu pekerjaan dilakukan dengan ngebut. Kemudian masih ada pekerjaan rumah yaitu menurunkan angka kemiskinan ekstrem.

Lebih lanjut dia mengatakan target dari pelaksanaan anggaran ini adalah untuk menurunkan angka kemiskinan dan perbaikan lingkungan di desa-desa agar menjadi lebih baik. Untuk Jawa Tengah ini anggaran ditambah sendiri kemudian ada bantuan dari pemerintah pusat dan Pemkab Pemalang mencari dan mendata.

Pekerjaan ini lanjut dia tidak sulit tapi yang sulit adalah angka kemiskinan disertai problem-problem yang mereka hadapi dan harus diselesaikan. Antara lain rumah tidak layak huni, jamban, air bersih dan penerangan.

Penyelesaian kemiskinan ini sebenarnya targetnya di pertengahan bulan ini namun demikian sudah berjalan sejak dua bulan ini yaitu bantuan dari Menko Perekonomian. Karena itu pemerintah daerah untuk berinisiatif.

Sementara itu di awal tahun ini memang hanya lima kabupaten yang dijadikan contoh penanganan kemsikinan eksrtrem karena itu kabupaten kota lain untuk meniru, bukan diam-diam. Menurut dia pelaksanaan di akhir tahun hanya sebagai model saja penekanannya ada di tahun 2022.

Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo mengatakan untuk mengatasi kemiskinan ekstrem salah satunya adalah memberikan bantuan jamban."Jambanisasi sudah mencapai 400 rumah, kami punya beberapa program yang akan menjadi wadah dalam menyelesaikan masalah ini,"kata Bupati Pemalang.(K40)

Halaman:

Editor: Siti Masithoh

Tags

Terkini

Musda Digelar, Tarno Kembali Pimpin PPNI Pemalang

Minggu, 6 Maret 2022 | 15:08 WIB

Seniman Pemalang Persembahkan Festival Rendeng

Senin, 28 Februari 2022 | 12:51 WIB

Aisyiyah Gelar Pengajian Virtual

Kamis, 24 Februari 2022 | 20:32 WIB

Sebanyak 17 Desa di Pemalang Kesulitan Akses Internet

Rabu, 23 Februari 2022 | 19:26 WIB

Alumni SMA 1 Pemalang Resmikan Taman Baca Al Asma

Senin, 21 Februari 2022 | 16:12 WIB

Vaksinasi Boss Gundul Menyasar Pabrik Garmen

Minggu, 20 Februari 2022 | 14:40 WIB

Mantan Napi Teroris Diminta Jadi Agen Perubahan

Jumat, 18 Februari 2022 | 16:49 WIB

Kerja Tak Dibayar, Bekas Awak Kapal Datangi Disnaker

Kamis, 17 Februari 2022 | 20:22 WIB

Pasar Tradisional dan Toko Modern Kembali Disterilkan

Senin, 14 Februari 2022 | 15:26 WIB
X