Permudah Pembayaran Zakat Infak Sodaqoh, Baznas Bentuk Unit Pengumpul Zakat di Tiap Instansi

- Kamis, 10 Juni 2021 | 21:43 WIB
SOSIALISASI: Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal bidang Pemerintahan Dadang Darusman saat membuka acara Sosialisasi Pembentukan UPZ di Ruang Rapat Gedung Begawat Gita, Setda Kabupaten Tegal, Selasa (8/6).
SOSIALISASI: Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal bidang Pemerintahan Dadang Darusman saat membuka acara Sosialisasi Pembentukan UPZ di Ruang Rapat Gedung Begawat Gita, Setda Kabupaten Tegal, Selasa (8/6).

SLAWI, suaramerdeka-pantura.com– Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tegal akan membentuk unit pengumpul zakat (UPZ) di masing-masing organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tegal. Hal tersebut bertujuan memudahkan pembayaran zakat profesi, infak dan sodaqoh dari aparatur sipil negara (ASN), termasuk karyawan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal bidang Pemerintahan Dadang Darusman saat membuka acara Sosialisasi Pembentukan UPZ, di Ruang Rapat Gedung Begawat Gita, Setda Kabupaten Tegal, Selasa (8/6) mengatakan, pembentukan UPZ ini, didasarkan pada Peraturan Bupati Tegal Nomor 72 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Zakat Profesi, Infak dan Sedekah dari Aparatur Sipil Negara dan Pegawai Badan Usaha Milik Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tegal.

“Zakat sebagai bagian dari sumber daya pembangunan umat untuk meningkatkan dan memeratakan kesejahteraan sosial harus ditampung oleh lembaga resmi berbadan hukum supaya pengelolaanya transparan, akuntabel dan tepat sasaran sampai ke mustahik atau orang yang berhak menerima zakat,”tuturnya.

Dengan dibentuknya UPZ ini, kata dia, perolehan dana zakat profesi, infak dan sedekah dari ASN dan karyawan BUMD diharapkan semakin meningkat.

Jika melihat perolehan zakat dari ASN Kabupaten Tegal, Dadang menyebutkan, jumlahnya masih relatif rendah dari kabupaten/kota lain di Jawa Tengah. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan akses layanan pembayaran zakat.

Maka, dengan dibentuknya UPZ ini akan memudahkan pengumpulan zakat dari ASN dan karyawan BUMD yang beragama Islam,” kata Dadang.

Sesuai ketentuan, besaran zakat zakat profesi ASN dan karyawan BUMD adalah 2,5 persen dari penghasilan brutonya. Sedangkan bagi pegawai yang tidak mencapai nishob, zakat profesinya untuk golongan III Rp 40 ribu, golongan II Rp 35 ribu dan golongan I Rp 30 ribu.

Dari data Baznas Kabupaten Tegal, saat ini beberapa OPD/instansi telah membentuk UPZ. Diantaranya Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kantor Kecamatan Dukuhturi, dan RSUD dr Soeselo. Sedangkan di lingkungan BUMD ada Perumda Air Minum Tirta Ayu dan PT BPR Bank Tegal Gotong Royong.

Ketua Baznas Kabupaten Tegal, Ahmad Rofiqi menyebukan, dana yang berhasil dihimpun dari UPZ dimaksud baru mencapai Rp 100 juta per bulan. Perolehan ini, menurutnya masih rendah dibanding potensi yang ada, sehingga pihaknya perlu mengevaluasi pengumpulan zakat dari ASN dan karyawan BUMD Kabupaten Tegal.

Rofiqi menambahkan, tidak perlu ada keraguan untuk menyalurkan zakat profesi, infak dan sedekah melalui Baznas Kabupaten Tegal. Hasil audit syariah atas laporan keuangan pengelolaan zakat, infak dan sedekah Baznas terkategori wajar tanpa pengecualian. Ditambahkan, keterbukaan data tata kelola keuangan Baznas dapat diakses secara langsung dengan mendatangi kantor Baznas maupun laman resminya.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Kapolda Jateng Cek Vaksinasi di Kabupaten Tegal

Rabu, 16 Juni 2021 | 16:58 WIB

Akibat Bakar Sampah, Gudang Mebel Terbakar

Selasa, 8 Juni 2021 | 19:57 WIB

200 Pelaku Usaha DTW Guci Divaksin Covid-19

Kamis, 3 Juni 2021 | 15:01 WIB
X