Hanya Bisa Pasrah, 934 Calon Jamaah Haji Asal Brebes Dua Kali Gagal Berangkat

- Jumat, 4 Juni 2021 | 20:30 WIB
Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh, Kemenag Kabupaten Brebes, Mad Soleh.  (Bayu Setiawan)
Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh, Kemenag Kabupaten Brebes, Mad Soleh. (Bayu Setiawan)
BREBES - Sebanyak 934 calon jamaah haji (Calhaj) asal Kabupaten Brebes, kini harus kembali kecewa. Mereka harus dua kali ini gagal diberangkatkan ke tanah suci, karena alasan pandemi Covid-19. Mereka pun sekarang hanya bisa pasrah. 
 
Di musim haji tahun 2020 lalu, ratusan calhaj ini batal diberangkatkan ke tanah suci, karena kondisi pandemi Covid-19. Di musim haji tahun ini, mereka juga kembali gagal berangkat dengan alasan sama. Padahal, seluruh kesiapan teknis dan kelengkapan dokumen perjalanan haji sudah siap.
 
Seorang Calhaj asal Brebes, Rini Pujiastuti (55) mengaku, hanya bisa pasrah dan bersabar menunggu perkembangan informasi. Namun dirinya tetap berdoa agar diberi kemudahan dan kelancaran menjalankan ibadah haji. "Jika kehendak Allah, kapan pun berangkat Insya Allah saya siap. Apalagi sudah latihan fisik, cek kesehatan dan olahraga rutin," tuturnya. 
 
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Brebes melalui Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh, Mad Soleh mengatakan, ditiadakannya kembali pemberangkatan calhaj Indonesia ke tanah suci ini, berdasarkanKeputusan Menteri Agama Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji tahun ini. "Ya, sesuai instruksi resmi dari Menag. Pemberangkatan calhaj Brebes kembali ditangguhkan tahun ini. Alasannya, pertimbangan kondisi pandemi dan kebijakan pemerintah Arab Saudi," ungkapnya kepada media, Jum'at (4/6).
 
Menurut dia, penyusunan manivest prioritas ada sebanyak 934 calhaj untuk berangkat tahun ini. Terlebih, mengacu data Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat-red) calhaj yang gagal berangkat tahun 2020, menjadi prioritas untuk diberangkatkan dalam manivest terbaru. Hal ini juga mengacu arahan pusat, terkait manivest tetap yang sama untuk mengurangi daftar tunggu. Namun gagalnya pemberangkatan calhaj selama dua tahun terakhir berdampak pada semakin panjangnya daftar tunggu.
 
"Rincian manivest tahun ini meliputi, 925 calhaj reguler. Kemudian 8 Petugas Haji Daerah (PHD), dan 1 pembimbing dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH)," terangnya.
 
Lebih lanjut dia mengatakan, skema pemberangkatan calhaj untuk antrean daftar tunggu sebenarnya sudah dipersiapkan terkait penerapan protokoler kesehatan. Yakni, mulai dari pengaturan jarak calhaj agar tidak berkerumun, hingga teknis pelaksanaan haji dan selama pendampingan di tanah suci. 
 
"Untuk daftar tunggu porsi haji sudah mencapai 28 tahun. Sehingga, jika ditambah antrean dua tahun ini, calhaj yang gagal berangkat ini menjadi 30 tahun," pungkasnya.
 

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

Bupati Brebes Lantik 205 Pejabat Fungsional

Selasa, 2 Agustus 2022 | 09:34 WIB

PLN UPT Purwokerto Terima Sertifikat Tanah

Senin, 18 Juli 2022 | 11:39 WIB

Polsek Bumiayu Amankan Pelaku Curanmor

Selasa, 12 Juli 2022 | 18:07 WIB
X