Perlu Growth Mindset untuk Wujudkan Kesejahteraan Pekalongan Raya

- Senin, 18 Oktober 2021 | 16:09 WIB
Perlu Growth Mindset untuk Wujudkan Kesejahteraan Pekalongan Raya. Sejumlah tokoh memaparkan gagasan untuk mewujudkan kesejahteraan Pekalongan Raya di masa depan pada Remboek Rakjat#2 di Gedung HA Djunaid, Minggu 17 Oktober 2021/foto/Isnawati
Perlu Growth Mindset untuk Wujudkan Kesejahteraan Pekalongan Raya. Sejumlah tokoh memaparkan gagasan untuk mewujudkan kesejahteraan Pekalongan Raya di masa depan pada Remboek Rakjat#2 di Gedung HA Djunaid, Minggu 17 Oktober 2021/foto/Isnawati

“Yang bisa bertahan bukan yang terkuat dan terpintar, melainkan yang responsif terhadap perubahan. Dari 100 faktor yang menentukan kesuksesan, IQ nomor kesekian. Yang pertama adalah kejujuran, disiplin dan kerja keras,” paparnya.

Sementara itu, menurut Nasrullah Larada, kabupaten kota di wilayah pekalongan raya harus mulai menyusun roadmap 2021.

Baca Juga: Kejar Level 2 PPKM, Bantuan APD Terus Digulirkan

Sedangkan menurut Sutrisno Bachir, untuk mewujudkan kesejahteraan Pekalongan Raya di masa depan, para generasi muda perlu diberikan pelatihan kewirausahaan.

“1000 orang generasi muda ditraining menjadi wirausaha. Satu orang enterpreneur bisa menyerap tenaga kerja. Sedangkan kalau hanya dilatih di BLK (Balai Latihan Kerja), tidak akan menjadi enterpreneur,” paparnya.

Acara bertujuan untuk mengajak warga Kota Pekalongan dan sekitarnya agar lebih atraktif dan kreatif.

Baca Juga: Jelang Hari Santri, Melalui Bisri Romly Gus Muhaimin Bangun Ponpes Alquran Al Fatihi Wonoyoso

Sehingga mendorong munculnya para enterpreneur baru yang mampu berkolaborasi mengatasi permasalahan di berbagai sektor.

Pada acara tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan juga menyosialisasikan Gerakan 16800.

Yakni gerakan sosial untuk memastikan adanya perlindungan bagi diri sendiri dan orang lain dengan prinsip gotong royong.

Halaman:

Editor: Agus Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X