Masyarakat Pekalongan Utara Sepakati Pembangunan Pengendalian Banjir dan Rob Sungai Loji Sungai Banger

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 05:00 WIB
Masyarakat Pekalongan Utara Sepakati Pembangunan Pengendalian Banjir dan Rob Sungai Loji  Sungai Banger. Berbagai elemen masyarakat di wilayah Kecamatan Pekalongan Utara yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat dan anggota DPRD Kota Pekalongan menyerahkan tanda tangan dukungan proyek pengendalian banjir dan rob Sungai Loji dan Sungai Banger kepada Wakil Wali Kota Pekalongan Salahudin di Guest House, Selasa 6 Oktober 2021 malam/foto/Isnawati
Masyarakat Pekalongan Utara Sepakati Pembangunan Pengendalian Banjir dan Rob Sungai Loji Sungai Banger. Berbagai elemen masyarakat di wilayah Kecamatan Pekalongan Utara yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat dan anggota DPRD Kota Pekalongan menyerahkan tanda tangan dukungan proyek pengendalian banjir dan rob Sungai Loji dan Sungai Banger kepada Wakil Wali Kota Pekalongan Salahudin di Guest House, Selasa 6 Oktober 2021 malam/foto/Isnawati

PEKALONGAN, SUARAMERDEKA-PANTURA.COM - Berbagai elemen masyarakat di Kelurahan Panjang Wetan, Degayu dan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara menyepakati pembangunan pengendalian banjir dan rob Sungai Loji dan Sungai Banger.

Pembangunan Pengendalian Banjir dan Rob Sungai Loji-Sungai Banger didanai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kementerian PUPR dengan alokasi anggaran sebesar Rp 1,24 triliun.

Pembangunan akan dikerjakan mulai tahun 2021 hingga 2023 mendatang.

Tanda tangan dukungan tersebut disampaikan pada Sosialisasi Pembanguan Pengendalian Banjir dan Rob Sungai Loji dan Sungai Banger di Guest House, , Selasa 6 Oktober 2021 malam.

Baca Juga: Facebook, Instagram dan WhatsApp Eror pada Senin Malam, Selasa 5 Oktober 2021 Jam 6 Pagi WA Kembali Normal

Mereka terdiri dari tokoh agama, anggota DPRD Kota Pekalongan, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Lembaga Keswadayaan Masyarakat (BKM) di Kelurahan Panjang Wetan, Degayu dan Krapyak.

Ketua DPRD Kota Pekalongan Mohamad Azmi Basyir mengatakan, penanganan rob tidak mungkin dibiayai oleh APBD Kota Pekalongan. Karena beban APBD Kota Pekalongan sudah terlalu besar.

“Dengan adanya kiriman uang dari Kementerian PUPR ini menjadi anugerah. Ini menjadi dasar kita untuk satu suara. Saya berharap bisa segera dilelangkan dan dilaksanakan,” terangnya.

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, penanganan banjir dan rob menjadi harapan besar bagi masyarakat Kota Pekalongan.

Baca Juga: Aplikasi Pesan Singkat WhatsApp Eror, Pengguna Tak Bisa Kirim Pesan

Khususnya masyarakat yang tinggal di Kecamatan Pekalongan Utara. Sebab, mereka telah terdampak banjir dan rob selama hampir 12 tahun.

“Alhamdulillah, anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 1,24 triliun sudah turun untuk penanganan banjir dan rob di Kota Pekalongan," katanya.

"Pemkot, DPRD, Forkopimda sudah sepakat untuk satu suara mendukung pembangunan penanganan banjir dan rob. Kontrak kerja juga sudah ditandatangani sehingga proses pekerjaan fisik sudah bisa dimulai," sambungnya

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai 2 Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Dani Prasetyo menjelaskan, tanda tangan kontrak sudah dilakukan pada 4 Oktober lalu. Sehingga pekerjaan fisik segera dimulai.

Baca Juga: Membangun Jiwa Tani Milenial di Era Pandemi

Dijelaskan dia, pekerjaan Pengendalian Banjir dan Rob Sungai Loji-Sungai Banger terdiri dari tiga paket pekerjaan.

Paket 1 dengan anggaran sebesar Rp 460,749 miliar, pekerjaannya meliputi pembangunan kolam retensi, pembangunan parapet, pembuatan bendung gerak, dan pekerjaan regular gate untuk sistem Sungai Loji.

Sedangkan Paket II meliputi normalisasi Sungai Banger, pembangunan parapet, normalisasi Sungai Gabus, dan tanggul rob dengan alokasi anggaran sebesar Rp 282,678 miliar.

Baca Juga: Di Kota Pekalongan, Pizza Hut Kini Layani Makan di Tempat, Tetap secara Ketat Terapkan Prokotokol Kesehatan

Adapun Paket III senilai Rp 393,640 miliar, pekerjaannya mencakup pekerjaan pompa serta pekerjaan long storage Sibulanan sepanjang 2 kilo meter dan long storage Susukan dan Clumprit.

“Awal pekerjaan difokuskan untuk memindahkan kapal-kapal yang berada di alur Sungai Loji yang memakan waktu kurang lebih 5 hingga 6 bulan. Kapal akan dipindahkan ke kolam tambat labuh seluas 8,2 hektar yang sudah disiapkan oleh Pemkot Pekalongan,” jelasnya.

Baca Juga: Bantu Penanganan Covid-19, Kantor Perwakilan BI Tegal Serahkan Tabung Oksigen kepada Pemkot Pekalongan

Halaman:
1
2
3

Editor: Agus Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X