Soal Keberatan Nelayan Terhadap PP 85 dan Kepmen 86, Bupati Akan Sampaikan Keberatan Nelayan Kepada Presiden

- Jumat, 1 Oktober 2021 | 20:15 WIB
Soal Keberatan Nelayan Terhadap PP 85 dan Kepmen 86, Bupati Akan Sampaikan Keberatan Nelayan Kepada Presiden /foto/Arif Suryoto
Soal Keberatan Nelayan Terhadap PP 85 dan Kepmen 86, Bupati Akan Sampaikan Keberatan Nelayan Kepada Presiden /foto/Arif Suryoto

 

BATANG, suaramerdeka-pantura.comBupati Batang Wihaji akan meneruskan keberatan nelayan terkait PP Nomor 85 Tahun 2021 Tentang Jenis dan Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Kepmen Nomor 86 Tahun 2021 Tentang Harga Standar Ikan.

Karena dengan PP Nomor 85 jika dihitung secara matematika ada kenaikan sampai 400%.

"Saya selaku tangan panjang dari Pemerintah Daerah nantinya akan menyampaikan langsung kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait keluhan nelayan Kabupaten Batang," kata Bupati Batang Wihaji.

"Khususnya pemilik kapal yang merasa keberatan PP 85 dan Kepmen 86," ujar Bupati Batang Wihaji saat ditemui di Ruang Abirawa seusai menerima audiensi nelayan Kabupaten Batang, Kamis 30 September 2021.

Baca Juga: Bioskop Kembali Buka dengan Syarat Ketat, Jumat Penonton Dibatasi dan Ada Scan Barcode PeduliLindungi

Dia mengapresiasi nelayan yang audiensi sehinga dengan berdiskusi sehingga tuuannya bisa tercapai. Nelayan diminta sabar karena aspirasinya nanti akan ditindaklanjuti.

"Saya berterima kasih kepada nelayan yang telah mengungkapkan keluh kesahnya dengan cara-cara yang baik. Tentu sambil menunggu informasi terbaru walaupun PP sudah ditanda tangani berarti sudah berlaku,"tandas Bupati.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Teguh Tarmujo mengataka nelayan tidak mempermasalahkan adanya kenaikan dengan kisaran 50%. Karena masih masuk akal.

"Bahkan kenaikan 100% juga masih bisaditerima nelayan, tetapi jika 400% nelayan sangat keberatan. Karena tidak manusiawi lagi."

Baca Juga: Peringati Hari Batik Nasional di Tanggal 2 Oktober , Sebanyak 211 Peserta Ikuti Lomba Membatik dari Rumah

Dia menuturkan, antara ongkos produksi dan penghasilan sampai satu tahun dengan pembiayaan Rp300 juta merasa belum untung. Dengan kenaikan sampai 400 % jelas akan merugikan nelayan.

Nelayan akan mengikuti prosesnya dan menunggu bagaimana perkembangan setelah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menerima keluhan nelayan. Khususnya Kementrian Kelautan dan Perikanan untuk mengkai kembali peraturan itu.

Kedepan diharapkan a ada revisi PP 85 dan Kepmen 86 dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Karena dari dialog dengan Bupati, nelayan sepakat jika kenaikan 50% maksimal 100%.

Baca Juga: Sate Tegal Bisa Jadi Daya Tarik Nasional

"Kalau naiknya 50%-100% itu masih manusiawi bagi nelayan.
Kami percaya Bupati Batang Wihaji sebagai Kepala daerah untuk bisa meneruskan harapan dan aspirasi nelayan Kabupaten Batang khususnya pemilik kapal,"tandas Teguh.

 

Halaman:
1
2

Editor: Agus Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kantor UPP Batang Gelar Program Padat Karya

Senin, 13 September 2021 | 17:59 WIB
X