Bupati Batang Wihaji Minta Mas Mbak 2021 Menjadi Duta Covid-19

- Senin, 20 September 2021 | 21:08 WIB
 Bupati Batang Wihaji Minta Mas Mbak 2021 Menjadi Duta Covid-19/foto/Arif Suryoto
Bupati Batang Wihaji Minta Mas Mbak 2021 Menjadi Duta Covid-19/foto/Arif Suryoto

BATANG, suaramerdeka-pantura.com -Bupati Batang Wihaji mengatakan, event Mas Mbak Kabupaten Batang tidak hanya soal kecantikan saja.

Tapi yang tak laha pentingnya menjadi inner beauty atau kecantikan dari lubuk hati.

"Saya berharap Mas-Mbak Batang 2021 dan pemenang laiinya menjadi tauladan dan contoh dalam hal-hal berkenaan dengan budaya seni dan pendidikan. Selain itu jadi Duta Covid-19 yang memberi edukasi, minimal pada generasi milenial," ujar Bupati Wihaji saat memberikan sambutan dalam ajang pemilihan GRand Final Duta Wisata Kabupaten Batang 2021.

"Inovasi-inovasi mereka untuk program promosi pariwisata Kabupaten Batang untuk ditindaklanjuti Disparpora," tandas Bupati.

Terplih sebagai Mas Batang 2021 Asyharudin Yusuf (22) dari Kecamatan Subah dan Mbak Batang 2021 Hani Falasifah (21) dari Banyuputih.

Baca Juga: Adaro-BPI Bantu 1000 Konsentrator Oksigen Untuk Penanganan Covid-19 di Kabupaten Batang

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Batang Wahyu Budi Santoso Grand Final Mas Mbak Batang 2021 baru terlaksana Jumat (17/9).

Sebenarnya acara itu digelar Sabtu (17/7) tapi karena pemberlakukan PPKM darurat sehingga diundur.
"Ada yang beda pelaksanaan Gran Final tahun ini karena penyelenggaraan lebih milenial.

Contohnya para peserta membuat vlog dan video karya mereka,"tandas Purna Praja Angkatan 01 STPDN-IIPDN Kemendagri Jatinangor Sumedang itu.

Pemenang ajang Mas Mbak Batang 2021 mempunyai peran turut mempromosikan Pariwisata di Batang. Masing-masing untuk mempromosikan melalui berbagai platform media sosial (Medsos).

"Dengan kreatifitas mereka bisa membuat semacam vlog untuk mempromosikan wisata Batang sehingga bisa dilihat dari luar negeri. Bisa mencontoh video yang bagus, caranya mudah kok, amati, cermati, dan tiru,” tegasnya.

Baca Juga: Operasi Patuh Candi 2021 Fokus Terhadap Pencegahan, Angka Pelanggaran Semester 1 2021 Turun 87 Persen

Pelaksanaan menerapkan protkol kesehatan yang ketat peserta Grand Final sebelum naik panggung mengikuti tes Swab PCR. Sehingga semua finalis dinyatakan sehat semuanya.

"Alhamdulillah menjadi juara satu saya bersyukur sekali. Tanggung jawabnya lebih besar dan bukan dijadikan untuk bersenang-senang,"ujar Hani.

Mahasiswi Universitas Negeri Semarang itu menuturkan motivasinya mengikuti ajang Duta Wisata itu untuk belajar lebih banyak dan memeproelh pengetahuan dan pengalaman yang lebih luas. Sebelumnya, ia juga pernah mengikuti ajang Duta Wisata di kampusnya.

Asyharudin Yusuf mengaku tidak menyangka bisa menang.

"Saya pernah mengikuti ajang ini pada 2016 saat di bangku SMA, tetapi belum berprestasi. Saya ingin membuktikan pada diri sendiri setelah empat tahun belajar, alhamdulillah saya bersyukur sekali."

Mahasiswa Universitas Diponegoro itu menambahkan bergabung menjadi Duta Wisata bisa berkontribusi pada tanah kelahirannya.

Hal itulah yang menjadi motivasi mengikuti kembali ajang Duta Wisata Batang 2021.
"Bersama teman paguyuban Duta Wisata, saya siap mempromosikan wisata Batang."

Halaman:
1
2

Editor: Agus Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kantor UPP Batang Gelar Program Padat Karya

Senin, 13 September 2021 | 17:59 WIB
X