Siaga Ramadan, PLN Imbau Masyarakat Tidak Terbangkan Balon Udara di Sekitar Jaringan Transmisi

- Jumat, 24 Maret 2023 | 15:34 WIB
Manager PLN ULTG Tegal, Andi Artha Kusuma menjelaskan aktivitas membahayakan di sekitar jaringan listrik pada  Edukasi dan Sosialisasi Keselamatan Ketenagalistrikan pada Masyarakat di Kantor Kelurahan Medono, Senin, (20/3). (Isnawati)
Manager PLN ULTG Tegal, Andi Artha Kusuma menjelaskan aktivitas membahayakan di sekitar jaringan listrik pada Edukasi dan Sosialisasi Keselamatan Ketenagalistrikan pada Masyarakat di Kantor Kelurahan Medono, Senin, (20/3). (Isnawati)

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com -  PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Tegal mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas membahayakan di sekitar jaringan listrik tegangan tinggi dan ekstra tinggi.

Aktivitas membahayakan tersebut di antaranya menerbangkan balon udara atau layang-layang di sekitar instalasi PLN, utamanya Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).

Imbauan tersebut disampaikan Manager ULTG Tegal, Andi Artha Kusuma pada kegiatan Edukasi dan Sosialisasi Keselamatan Ketenagalistrikan pada Masyarakat di Kantor Kelurahan Medono, Senin, (20/3) lalu.

Andi mengatakan, kegiatan tersebut sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi gangguan kelistrikan khususnya pada Bulan Ramadan. “Apabila balon udara diterbangkan secara bebas dan kemudian tersangkut pada instalasi SUTT/SUTET PLN, dapat mengganggu sistem kelistrikan Jawa-Bali dan dapat berakibat pada pemadaman listrik,” paparnya.

Edukasi tersebut merupakan salah satu upaya PLN untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang bahaya listrik yang timbul terutama akibat aktivitas-aktivitas membahayakan yang seringkali dilakukan masyarakat di sekitar instalasi PLN.

Lebih lanjut Andi menjelaskan, kegiatan menerbangkan balon udara yang aman hendaknya dilakukan sesuai ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Pehubungan Nomor 40 Tahun 2018 tentang Penggunaan Balon Udara pada Kegiatan Budaya Masyarakat.

Dalam Peraturan Menteri itu disebutkan, penggunaan balon udara pada kegiatan budaya masyarakat wajib ditambatkan. Penggunaan balon udara pada kegiatan budaya masyarakat juga wajib memenuhi ketentuan. Di antaranya memiliki paling sedikit tiga tali tambatan yang dilengkapi dengan panji-panji agar dapat terlihat oleh pesawat udara yang beroperasi.

Selain itu, tidak diperbolehkan dilengkapi dengan bahan yang mengandung api atau bahan yang mudah meledak yang dapat membahayakan lingkungan.

Area penggunaan balon udara, ketinggiannya paling tinggi 150 meter dari permukaan tanah, jarak pandang di darat lebih dari 5 kilometer dan di luar radius 15 kilometer dari bandar udara atau tempat pendaratan helikopter.

Adapun lokasi penggunaan balon udara yang ditambatkan harus berada pada kawasan yang tidak terdapat halangan antara lain pepohonan, pemukiman, kabel listrik atau stasiun pengisian bahan bakar umum.

Andi berharap, masyarakat di Kelurahan Medono dapat bersinergi dengan PLN untuk mengamankan jaringan listrik. “Kami mengimbau kepada masyarakat atau kelompok penggiat terkait agar segera melapor kepada petugas PLN apabila terdapat balon udara yang tersangkut agar dapat segera kami tangani. Sehingga tidak membahayakan jaringan listrik,” tambah Andi.

Lurah Medono, Maryoto mendukung penuh sinergi bersama antara PLN dan masyarakat Kelurahan Medono untuk menjaga pasokan listrik.

"Dengan adanya edukasi dan sosialisasi dari PLN, kami juga mengimbau kepada warga dan penggiat kegiatan terkait untuk menerbangkan balon udara dengan cara ditambatkan. Sehingga tidak membahayakan jaringan listrik dan penerbangan,” pesannya.

Kegiatan hari itu juga menghadirkan Kepala Unit Pembinaan Masyarakat (Kanit Binmas) Polsek Pekalongan Barat Aiptu Marwanto dan Danramil 01/ Pekalongan Barat, Kapten Inf Abdul Mutholib. Selain itu, Team Leader Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) PLN UPT Purwokerto, Fajar Nuno.

Halaman:

Editor: Nur Khoerudin

Tags

Terkini

X