Ngaku Debt Collector, Rampas Motor Peserta Magang Kerja

- Selasa, 7 Maret 2023 | 16:26 WIB
Warga yang mengaku Debt Collector dan mengambil alih sepeda motor diamankan polisi.www.suaramerdeka.com (Ali Basarah)
Warga yang mengaku Debt Collector dan mengambil alih sepeda motor diamankan polisi.www.suaramerdeka.com (Ali Basarah)

PEMALANG,suaramerdeka-pantura.com - Dua orang mengaku sebagai debt collector untuk menipu dan mengambil alih sepeda motor korbannya. Polres Pemalang berhasil mengamankan kedua tersangka tersebut yang berinisial DP (28) dan IW (31).

Kapolres Pemalang AKBP Yovan Fatika Handhiska Aprilaya mengatakan kedua tersangka tersebut diduga melakukan tindak pidana pemerasan dan ancaman.Saat beraksi para tersangka selain mengaku sebagai Debt Collector juga menggunakan surat Berita Acara Serah Terima Kendaraan (BSTK) palsu.

“Dari hasil pendalaman, DP dan IW melakukan aksinya bersama dua orang tersangka lainnya Mr. X dan Mr. Z yang masih DPO, seluruhnya warga Pemalang,” kata Kapolres Pemalang dalam konferensi pers yang digelar di media center Wicaksana Laghawa Polres Pemalang, Senin (6/3).

Kapolres Pemalang mengatakan, kejadian bermula saat korban R bersama temannya hendak pergi makan dengan mengendarai sepeda motor.“R merupakan seorang pelajar yang sedang praktek kerja di sebuah perkantoran di Pemalang,” ujar Kapolres.

Ketika hendak pergi ishoma, korban didatangi tersangka DP dan Mr. X yang mengaku dari pihak leasing. Kemudian DP dan Mr X menyampaikan kepada korban R bahwa sepeda motor milik R sedang bermasalah, karena menggunakan plat nomor palsu dan tidak membayar setoran kredit selama tiga tahun.

“Selanjutnya para tersangka meminta kunci kontak sepeda motor milik korban, dan meminta korban bersama temannya untuk ikut ke kantor leasing,” ungkapnya. Namun demikian para tersangka justru memboncengkan korban ke Ruko kosong di Pemalang. Di tempat tersebut korban diminta untuk menandatangani surat Berita Acara Serah Terima Kendaraan palsu.

Setelah itu korban diantar pulang dengan ojek online ke kantor tempatnya melaksanakan praktek kerja. Selanjutnya para tersangka menjual sepeda motor milik korban R ke Pekalongan.

Sepeda motor dijual ke Pekalongan seharga Rp 2,6 juta, kemudian uang hasil penjualannya dibagi oleh ketiga tersangka DP, IW dan Mr. X. Dari keterangan, tersangka DP bersama IW dan Mr. Y juga melakukan aksi yang sama di Taman Patih Sampun Pemalang beberapa waktu sebelumnya. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara,” imbuh Kapolres Pemalang.

Kapolres menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan di wilayah Kabupaten Pemalang. Menurutnya tidak ada ampun bagi pelaku kejahatan pemerasan dan ancaman di wilayah hukum Polres Pemalang. Kalau sampai nekat maka akan disikat dan tindak tegas, karena hal tersebut sangat meresahkan masyarakat.

Editor: Nur Khoerudin

Sumber: Polres Pemalang

Tags

Terkini

Jemaah Haji asal Pemalang Meninggal di Madinah

Kamis, 8 Juni 2023 | 15:15 WIB

LDII Pemalang Gelar Media Gathering

Selasa, 6 Juni 2023 | 19:49 WIB

Gudang di Tengah Kota Pemalang Ludes Terbakar

Senin, 5 Juni 2023 | 16:09 WIB

Bantuan Keuangan Tujuh Parpol Cair

Kamis, 1 Juni 2023 | 15:41 WIB

Jalan Mantap di Pemalang Tercapai 67,9 %

Jumat, 26 Mei 2023 | 18:48 WIB

Polisi RW Ikut Timbang Balita Posyandu

Rabu, 24 Mei 2023 | 20:44 WIB

Desa Asemdoyong Kampung Bahari Nusantara

Jumat, 19 Mei 2023 | 19:34 WIB

Enam Alat Berat Didatangkan ke TPA Pesalakan

Kamis, 18 Mei 2023 | 15:40 WIB
X