Mitigasi Penyelamatan IKM di Tengah Masa Pandemi Covid-19

- Selasa, 10 Agustus 2021 | 16:01 WIB
 Gilang Amanda, ST (Penyuluh Perindag Ahli Muda) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Brebes, foto/ Dok suaramerdeka-pantura.com
Gilang Amanda, ST (Penyuluh Perindag Ahli Muda) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Brebes, foto/ Dok suaramerdeka-pantura.com

SUDAH satu tahun lebih pandemi virus Covid-19 melanda negeri ini dan sampai sekarang belum mengalami penurunan yang signifikan, suatu kondisi yang sangat berdampak ke segala sektor, baik pendidikan, transportasi, sosial, keagamaan dan tentu saja perekonomian.

Kondisi ini sangat dirasakan secara signifikan oleh para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) yang mengalami krisis ekonomi.

Pasalnya, menurunnya daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19 juga sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha para pelaku IKM dimana mereka mengalami berbagai permasalahan seperti penurunan omzet penjualan, kesulitan akses permodalan, terhambatnya proses pengiriman barang, kesulitan bahan baku, produksi yang menurun dan bahkan sampai pengurangan tenaga kerja.

Banyak usaha yang mengalami kerugian bahkan ada yang gulung tikar dengan adanya pandemi ini. Hal ini tentunya menjadi ancaman bagi perekonomian nasional.

IKM sebagai salah satu penggerak roda perekonomian dalam negeri dan menyerap banyak tenaga kerja tengah menghadapi penurunan produktivitasnya yang berakibat pada penurunan profit secara signifikan.

Hal ini pula yang dirasakan oleh salah satu IKM binaan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Brebes, Ibu Sri Wiharti, produsen Ketan Pencok Majapahit, oleh-oleh makanan khas Bumiayu yang beralamat di Jl. Majapahit, Desa Kalierang.Beliau menuturkan bahwa dimasa pandemi gelombang kedua ini efeknya lebih terasa dalam penurunan omset yang mencapai 80%, padahal sebelum masa pandemi, usaha ini dalam satu hari bisa menjual puluhan besek ketan pencok dengan harga bervariasi tiap beseknya mulai Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu per besek.

Begitu juga yang dirasakan oleh Ibu Dinah, produsen Telor Asin HTM Jaya Brebes yang beralamat di Jl. Pantura Brebes Desa Klampok, Kecamatan Wanasari, beliau menuturkan bahwa saat ini usahanya sangat terpuruk sekali, dimana dalam satu hari beliau bisa menjual telur asin paling banyak hanya 200 butir, bahkan terkadang hanya menjual kurang dari 50 butir sehari dengan harga Rp. 3600 – Rp. 4000 per butir, dan saat ini pun karyawan hanya tersisa 1 orang.

Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Brebes sebagai instansi pembina IKM di daerah berupaya untuk membangkitkan kembali kondisi para pelaku IKM ini, sehingga diperlukan strategi, solusi mitigasi dan pemulihan.

Langkah mitigasi prioritas jangka pendek adalah dengan menciptakan stimulus pada sisi permintaan dan mendorong platform digital (online) untuk memperluas kemitraan.

Upaya lainnya yaitu melalui kerjasama dalam pemanfaatan inovasi dan teknologi yang dapat menunjang perbaikan mutu dan daya saing produk, proses pengolahan produk, kemasan dan sistem pemasaran serta lainnya.

Halaman:

Editor: Agus Setiawan

Tags

Terkini

X