Perempuan di Roda Korupsi

Red
- Senin, 5 Juli 2021 | 12:09 WIB
Peggy Dian Septi Nur Angraini
Peggy Dian Septi Nur Angraini

Oleh: Peggy Dian Septi Nur Angraini

Mahasiswa Magister Ilmu Hukum, Universitas Muhammadiyah Surakarta

 

KORUPSI termasuk tingkatan dari kejahatan luar biasa. Dan kini, korupsi tidak hanya berada di ranah laki-laki, tetapi juga perempuan. Pemberitaanmelalui media massa yang menunjukkan sejumlah kasus korupsi oleh perempuan, menjadi bukti bahwa perempuan juga ada di roda korupsi.

Citra sebagai perwujudan gambaran mental, spiritual, dan tingkah laku keseharian perempuan yang menunjukkan perwajahan serta ciri khas perempuan sebagai manusia yang disebut makhluk individu dan sosial.

Ketidaksetaraan gender

Perempuan yang dianggap sebagai second gender artinya perempuan ditempatkan sebagai posisi kedua setelah laki laki, seperti halnya ketidaksetaraan gender karena akses pendidikan yang tidak seimbang antara laki-laki dengan perempuan.

Padahal kenyataannya, manusia mempunyai kesempatan atau hak dan kewajiban yang sama, sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945. Kesetaraan gender terus diperjuangkan dengan peningkatan pendidikan.

Membuka akses pendidikan tanpa terkecuali yang dapat dinikmati oleh siapa saja, akan menghilangkan ketidaksetaraan gender terhadap perempuan.

Hal itu akan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi peran perempuan dalam pembangunan, dan peluang dalam ikut menentukan kebijakan baik dibidang ekonomi, sosial dan politik.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

X