Kontribusi Karbon Petungkriyono Terhadap Mitigasi Perubahan Iklim

- Senin, 10 Januari 2022 | 01:53 WIB

SALAH satu hutan yang memiliki kearifan lokal dan keanekaragamanhayati tinggi serta habitat endemik flora fauna Jawa yang masih tersisa adalah Hutan Petungkriyono. Secara geografis Hutan Petungkriyono berada pada ketinggian ± 700-1500 mdpl dengan luas areal hutan 53,47 km2 sehingga termasuk jenis hutan pegunungan bawah (lower montane forest).

Dari segi administratif Hutan Petungkriyono terletak di bagian selatan Kabupaten Pekalongan dan merupakan bagian kawasan strategis Pegunungan Dieng di Jawa Tengah.

Status kawasan hutan merupakan hutan negara yang berfungsi sebagai hutan lindung dan hutan produksi terbatas dan dikelola oleh Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur Berdasarkan luas baku memiliki 55% hutan heterogen dengan jenis tanaman rimba campuran, sedangkan 29% merupakan hutan homogen dengan jenis vegetasi pinus (DPPK, 2015; Perhutani, 2017; Damayanti et al, 2020).

Dalam rangka melestarikan keseimbangan ekosistem di Hutan Petungkriyono, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melakukan analisa nilai ekonomi hutan dari pendugaan karbon.

Ketersediaan data dan informasi tentang nilai ekonomi dari pendugaan cadangan karbon merupakan salah satu pendukung keberhasilan pengelolaan hutan berkelanjutan.

Diharapkan melalui studi ini dapat memberikan informasi dan menjadi referensi dalam penyusunan strategi kebijakan perubahan iklim terpadu untuk penyelamatan hutan Petungkriyono di Kabupaten Pekalongan.

Biomassa hutan menyimpan sekitar 50% karbon hutan sehingga sangat relevan dengan isu perubahan iklim. Dalam siklus biogeokimia, peran penting biomassa karbon sangat penting terutama dalam siklus karbon.

Sehingga apabila terjadi degradasi hutan berupa kebakaran, pembalakan memiliki konsekuensi, akan menambah jumlah karbon di atmosfer (Supriyadi,2009 Hairiyah et al 2011).

Nilai ekonomi hutan yang berasal dari nilai guna kayu dan non kayu tidak bersifat statis, tetapi nilai ini dipengaruhi oleh perubahan kondisi ekosistem hutan akibat tindakan pengelolaan hutan.

Sehingga distribusi nilai ekonomi total di hutan dapat dipergunakan untuk mengetahui sejauh mana harmonisasi kepentingan stakeholder dalam mewujudkan pengelolaan hutan lestari serta bertujuan untuk menemukan alokasi kebijakan pengelolaan sumberdaya yang efisien dan berkelanjutan (Bahruni et al.,2002).

Halaman:

Editor: Agus Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X