Kampanye Moderasi beragama: Islam Rahmatallil alamin

- Minggu, 12 Desember 2021 | 12:34 WIB
Kampanye Moderasi beragama: Islam Rahmatallil alamin
Kampanye Moderasi beragama: Islam Rahmatallil alamin

DALAM tiga tahun terakhir, Indonesia dilanda problem modernisasi. Salah satunya muncul kelompok-kelompok radikalisme yang menciderai kerukunan bangsa ini.

Kemenko PMK – mengatakan bahwa "Fenomena radikalisme intoleran di Indonesia yang terjadi saat ini mengalami kenaikan cukup signifikan. Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), aktivitas dan narasi kelompok radikal di masa pandemi Covid-19 meningkat hingga empat kali lipat dari sebelumnya".

Ternyata Masa pandemi dijadikan peluang besar pelaku untuk menebar narasi ekstrimisme di media online sebagai bahan peovokasi masyarakat.

Moderasi adalah solusi isu radikalisme saat ini . Ujaran kebencian yang diserukan tidak akan memicu perselisihan jika seluruh lapisan masyarakat membentengi diri dengan sikap moderat.

Konsep moderasi dimaknai sebagai sikap tengah (tidak berlebihan dan tidak kekurangan) . Moderasi sebagai wujud khidmah manusia kepada agama,khidmah manusia kepada sesama manusia,serta khidmah manusia kepada negara.

Teras moderasi (DEMA-IAIN Pekalongan)

Pada hakikatnya pemahaman moderasi tidak bisa hanya disyiarkan melalui teori namun perlu adanya tindakan.

Tentunya Kalangan intelektual menjadi sorotan penuh masyarakat ditengah kegegeran ini . IAIN Pekalongan sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang populer di jawa tengah dengan ribuan mahasiswa/i mempunyai peran besar dalam mensyiarkan nilai-nilai moderasi.

Salah satu budaya baru dilingkungan IAIN Pekalongan adalah hadirnya teras moderasi yang digalakkan oleh DEMA-IAIN Pekalongan.

Menurut Rekan Riril Widi Handoko,selaku Presiden mahasiswa IAIN Pekalongan "Moderasi beragama bukan hanya jargon perdamaian, bukan hanya argumen untuk merangkai makna persaudaraan.

Halaman:

Editor: Agus Setiawan

Tags

Terkini

X