Membangun Jiwa Tani Milenial di Era Pandemi

- Senin, 4 Oktober 2021 | 21:58 WIB
Membangun Jiwa Tani Milenial di Era Pandemi/foto Dok SM
Membangun Jiwa Tani Milenial di Era Pandemi/foto Dok SM

PANDEMI telah banyak memaksa orang untuk budidaya pertanian. Dimulai dari pekarangan yang sempit, dimulai dari tanaman bermedia terbatas dalam pot, sampai pun ada yang secara khusus berinvestani pertanian.

Pertanian di masa pandemi merupakan sektor yang cukup bertahan menghadapi badai terpaan yang mengguncang semua sektor kehidupan.

Terlihat dari NTP (nilai tukar petani) dan NTUP (nilai tukar usaha tani) yang cenderung meningkat di tengah pandemi.

Bahkan banyak orang yang terkena PHK melirik pertanian sebagai bidang kerjanya. Mulai dari belajar sendiri, melalui media massa, media sosial, serta webinar-webinar pertanian yang marak di era pandemi.

Begitu pula pedagang bibit, banyak yang kebanjiran order. Di saat sektor lain kelabakan, pedagang tanaman hias, penyedia bibit tanaman sayur maupun buah - buahan menuai untung.

Kebutuhan pupuk juga meningkat, karena meningkatnya kecenderungan masyarakat untuk budidaya tani.

Baik berupa pupuk kimia, obat-obatan pertanian, maupun pupuk organik dan pestisida nabati cenderung mengalami peningkatan permintaan.

Para petani di pedesaan juga cenderung lebih sehat dan tahan terhadap terpaan pandemi covid.

Di saat ada anjuran untuk berjemur di pagi hari atau ada yang secara khusus menganjurkan berjemur di jam 10 pagi, para petani bahkan sudah terbiasa berjemur seharian di bawah terik matahari.

Di saat anjuran menjaga jarak sebagai protokol kesehatan di era pandemi, para petani terbiasa jauh dari keramaian, berada di persawahan yang sunyi.

Halaman:

Editor: Agus Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X