Salah Penanganan Cedera Olahraga Dapat Berakibat Fatal, UMPP Gelar Pelatihan Nasional MCO

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 14:42 WIB
FOTO BERSAMA : Founder MCO, Dr Arif Setiawan MPd AIFMD (tengah), berfoto bersama dengan pelaksana pelatihan disela-sela Pelatihan Nasional Masase Cedera Olahraga (MCO) yang digelar di Hotel Khas Pekalongan, Jumat 12 Agustus 2022. Foto : (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi)
FOTO BERSAMA : Founder MCO, Dr Arif Setiawan MPd AIFMD (tengah), berfoto bersama dengan pelaksana pelatihan disela-sela Pelatihan Nasional Masase Cedera Olahraga (MCO) yang digelar di Hotel Khas Pekalongan, Jumat 12 Agustus 2022. Foto : (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi)

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com : Setiap cedera akibat olahraga harus mendapatkan penanganan maupun diagnosa yang tepat. Jika penanganan cedera akibat olahraga tidak dilakukan secara tepat dan benar, maka dapat berakibat fatal, bahkan dapat menyebabkan kecacatan fisik.

Demikian disampaikan Founder Masase Cedera Olahraga (MCO) Dr Arif Setiawan MPd AIFMD, dalam pembukaan Pelatihan Nasional Masase Cedera Olahraga (MCO) yang digelar Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) bekerjasama dengan KONI Kota Pekalongan di Hotel Khas Pekalongan, Jumat 12 Agustus 2022.

"Cedera itu ada empat jenis, pertama cedera otot, tulang, ligamen dan tendon. Hal itu biasa dialami oleh atlet-atlet olahraga khususnya. Jadi jika diagnosanya tepat, penanganannya juga tepat, maka sembuhnya akan cepat. Sebaliknya, jika penanganannya salah, dapat berakibat fatal. Hal-hal ini terkadang tidak diketahui oleh masyarakat umum," terang Arif Setiawan yang juga dosen PKO FIK Unnes itu. Misalnya cedera fraktur, hal ini sebetulnya, kata dia, sudah masuk ranah medis, tetapi ini justru dipijat. Ini justru akan semakin bertambah parah cederanya.

Oleh sebab itu, melalui pelatihan MCO dimaksud, diberikan edukasi kepada peserta baik praktisi, pendidik maupun lainnya , sehingga ketika menghadapi cedera olahraga dapat mengetahui penanganan yang benar dan tepat. "Bukan justru sebaliknya, salah dalam penanganan cedera, sudah barang tentu akan bertambah fatal," pungkas Arif, yang juga Koordinator Masseur Pelatda PON Papua itu.

Sementara, M Rizki Adi Wijaya, pelaksana Pelatihan Nasional MCO menjelaskan, pelatihan MCO ini diikuti 43 peserta dari berbagai kota di Indonesia. Diantaranya dari Aceh, Kalimantan, Pontianak, Ternate, dan beberapa provinsi lain diluar Jawa Tengah, termasuk dari Pekalongan dan sekitarnya. "Melalui pelatihan ini, harapannya bisa menjadi cadangan para terapis dalam penanganan cedera olahraga," terang Rizki.

Pelatihan sendiri digelar selama dua hari, Jumat 12 Agustus 2022 - Minggu 14 Agustus 2022. Di hari pertama peserta dibekali teori MCO, kemudian berikutnya praktek langsung teknik MCO yang tepat dan benar.

Pihaknya menambahkan, bicara olahraga, tidak hanya bicara melulu soal atlet, cabang olahraga, tetapi Sumber Daya Manusia (SDM) masase khususnya, juga sangat penting dan disiapkan keberadaannnya. Otomatis, para atlet dapat tampil secara maksimal, dan performance secara penuh dan dapat berprestasi, khususnya untuk atlet dari Kota Pekalongan.

Ketua KONI Kota Pekalongan, Edywan mengapresiasi upaya yang dilakukan panitia pelaksana dalam hal ini Prodi Pendidikan Jasmani UMPP, dalam menggelar palatihan MCO. Apalagi, kata dia, pesertanya diikuti dari berbagai provinsi di Indonesia. Melalui pelatihan MCO, sangat bermanfaat sekali bagi atlet yang mengalami cedera. "Edukasi MCO ini sangat penting sekali, sehingga sebelum atlet cedera sudah ada pawang-nya," pungkas Edywan.

Editor: Yanuar Oky Budi Saputra

Tags

Terkini

HIPMI Basketball Competition Bergulir, Diikuti 40 Tim

Selasa, 20 September 2022 | 21:27 WIB

Sabet 15 Emas, Wanasari Juara Umum Porkab Brebes

Kamis, 4 Agustus 2022 | 14:25 WIB
X