UPS dan OJK Gelar Kompetisi Ekonomi 2021, SMK 1 Slawi Sabet Juara Umum 

- Minggu, 15 Agustus 2021 | 19:42 WIB
BABAK FINAL: Lima tim peserta Kompetisi Ekonomi (Kompek) 2021 mengikuti babak final di Syailendra Convention Hall Hotel Grand Dian Slawi, Sabtu (14/8). (SM/Cessnasari) (Cessnasari)
BABAK FINAL: Lima tim peserta Kompetisi Ekonomi (Kompek) 2021 mengikuti babak final di Syailendra Convention Hall Hotel Grand Dian Slawi, Sabtu (14/8). (SM/Cessnasari) (Cessnasari)

SLAWI, suaramerdeka-pantura.com - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pancasakti ( UPS) Tegal bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keungan (OJK) Tegal  menggelar Kompetisi Ekonomi (Kompek) 2021 tingkat SMA/SMK/MA se-eks Karesidenan Pekalongan. 

Setelah babak penyisihan, pada Sabtu (14/8) lalu diadakan babak semifinal dan final di Syailendra Convention Hall Hotel Grand Dian Slawi. Para peserta diuji pengetahuan dan pemahamannya tentang ekonomi. 

Wakil Rektor III Universitas Pancasakti Tegal Dr Ahmad Hanfan MM menyampaikan, meski tengah menghadapi pandemi Covid-19, FEB UPS Tegal berusaha  mengadakan kegiatan sesuai bidangnya. 

Baca Juga: Napak Tilas Perjalanan Demokrasi Kita

“Tentu kami sesuaikan bidangnya. Misal Fakultas Ekonomi dan Bisnis bekerjasama dengan OJK mengadakan Kompek 2021. Selain itu dengan Bank Indonesia  mengadakan BI Mengajar,” jelasnya. 

Kompetisi ekonomi yang baru pertama kali digelar oleh FEB UPS Tegal ini diikuti 39 sekolah. Babak final diikuti lima sekolah. Berhasil menjadi juara 1 dan 2 yakni SMK 1 Slawi. Kemudian SMK 1 Pemalang sebagai juara 3, disusul SMA 1 Slawi  sebagai juara harapan 1 dan SMK 1 Slawi sebagai juara harapan 2. Dengan meraih tiga predikat juara, SMK 1 Slawi dinobatkan sebagai juara umum. 

Hafnan menyebutkan, ke depan kompetisi ekonomi akan diadakan setiap tahun, tentunya bersinergi dan berkolaborasi dengan OJK Tegal

Kepala OJK Tegal Ludy Arlianto mengatakan, OJK mendorong masyarakat lebih melek finansial atau literasi keuangan. Salah satunya dengan mengedukasi siswa SMA/SMK/MA. Diharapkan para siswa dapat menjadi agen di masyarakat. 

Baca Juga: Fantastis, Hadiah Total Turnamen MPL ID Season 8 Capai Miliaran Rupiah

Ludy menyebutkan, salah satu masalah terbesar bangsa Indonesia adalah rendahnya tingkat literasi keuangan. Salah satu buktinya, dalam rakor tingkat Jateng, permasalahan literasi keuangan telah menghasilkan kerugian yang sangat tinggi. Lima tahun terakhir, tercatat kerugian sebesar Rp 110 triliun.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

BRIN Tinjau Mesin Pengolah Sampah SMK Satya Praja 2

Selasa, 29 November 2022 | 07:43 WIB

Lomba Film Pendek Meriahkan Hari Guru

Jumat, 25 November 2022 | 16:38 WIB

Kantin Kejujuran Bantu Proses Pendidikan Karakter Siswa

Selasa, 15 November 2022 | 15:56 WIB

Sebanyak 911 Pelajar Mengikuti Lomba Mapsi

Senin, 31 Oktober 2022 | 12:46 WIB

Sebanyak 107 Mahasiswa ITB Adias Jalani Wisuda Sarjana

Selasa, 25 Oktober 2022 | 16:16 WIB

SMK se-Pemalang Teken Kerjasama dengan Maspion

Selasa, 18 Oktober 2022 | 11:42 WIB

GKB New Model, Gairahkan Aksi Kembali Bersekolah

Sabtu, 15 Oktober 2022 | 17:32 WIB

Seribu Puisi Anak SMP untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Jumat, 14 Oktober 2022 | 18:40 WIB
X