Empat Perempuan Peneliti Raih “L’Oréal-UNESCO For Women In Science National Fellowship”

- Jumat, 11 November 2022 | 23:51 WIB
Ketua Dewan Juri L’Oréal-UNESCO For Women in Science National Fellowship 2022 Prof. Dr. Endang Sukara mengumumkan empat perempuan peneliti peraih L’Oréal-UNESCO For Women in Science National Fellowship 2022, Kamis (10/11). www.suaramerdeka-pantura.com/ Isnawati
Ketua Dewan Juri L’Oréal-UNESCO For Women in Science National Fellowship 2022 Prof. Dr. Endang Sukara mengumumkan empat perempuan peneliti peraih L’Oréal-UNESCO For Women in Science National Fellowship 2022, Kamis (10/11). www.suaramerdeka-pantura.com/ Isnawati

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com – L’Oréal Indonesia kembali menggelar “L’Oréal-UNESCO For Women in Science National Fellowship”untuk mendukung kiprah para perempuan peneliti Indonesia di bidang sains.

Bertepatan dengan Hari Pahlawan dan Hari Sains Dunia untuk Perdamaian dan Pembangunan, Kamis (10/11), L’Oréal Indonesia menobatkan empat perempuan peneliti meraih “L’Oréal-UNESCO For Women In Science National Fellowship”. Acara diselenggarakan secara virtual.

Keempat perempuan peneliti tersebut adalah Novalia Pishesha, Ph.D, peneliti dari Harvard Medical School, Harvard University serta Nurhasni Hasan, Ph.D.,Apt, dosen dan peneliti dari Fakultas Farmasi, Universitas Hasanuddin.

Selain itu, Rindia Maharani Putri, Ph.D, peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung serta Anastasia Wheni Indrianingsih, Ph.D, peneliti dari Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Empat perempuan peneliti tersebut masing-masing menerima pendanaan riset senilai Rp juta. Lebih dari 19 tahun L’Oréal Indonesia terus meningkatkan peranan perempuan peneliti Indonesia, salah satunya melalui program ini.

Pada 2021, UNESCO mencatat persentase perempuan peneliti di dunia hanya 33,3 persen. Sementara di Indonesia, menurut Survei Angkatan Kerja Nasional 2020, hanya tiga dari sepuluh perempuan Indonesia yang berkarir di bidang sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM). 

Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Dr. Itje Chodidjah, M.A mengatakan, minimnya jumlah perempuan peneliti di Indonesia salah satunya disebabkan oleh penurunan jumlah perempuan yang menempuh pendidikan tinggi.

Berdasarkan data Statistik Pendidikan Tinggi 2020 Kemendikbud, jumlah perempuan yang menempuh pendidikan tinggi terus menurun signifikan pada setiap jenjang. Jumlah mahasiswi Strata 1 sebanyak 897.731 orang, Strata 2 tercatat 60.906 orang dan tersisa 5.245 orang mahasiswi pada jenjang Strata 3.

“Dengan kata lain, drop rate jumlah mahasiswi dari Strata 1 ke Strata 3 sekitar 99,4 persen. Oleh karena itu kita perlu memupuk minat generasi muda sedini mungkin,terangnya.

Selain itu, perempuan yang berkarir di dunia sains masih menghadapi berbagai rintangan seperti gender bias, diskriminasi hingga kekerasan seksual yang masih terus berlangsung hingga saat ini.

Corporate Responsibility Director, L’Oréal Indonesia Fikri Alhabsie, L’Oréal-UNESCO For Women in Science bertujuan untuk mendorong dan membantu lebih banyak perempuan muda menekuni dan berkarir di bidang sains.

“Mengapresiasi dan mendukung kontribusi para perempuan peneliti agar penurunan ini (perempuan yang menempuh pendidikan tinggi) bisa dihentikan. Karena dunia membutuhkan sains dan sains membutuhkan perempuan,” papar Fikri.

Menurutnya, sejak 2004, L’Oréal Indonesia telah bermitra dengan KNIU dan berbagai asosiasi serta komunitas ilmiah untuk mendukung lebih banyak lagi perempuan peneliti berprestasi. Harapannya, mereka dapat ikut serta secara setara dalam memecahkan berbagai permasalahan, khususnya yang terjadi di Indonesia.

“Bertepatan juga dengan Hari Pahlawan, kami berharap program ini dapat mencetak local heroes yang akan membawa nama harum Indonesia hingga level internasional. Melalui program ini, kami mengajak mereka yang percaya pada kesetaraan untuk bergabung bersama kami dalam meningkatkan kesadaran akan tantangan yang dihadapi oleh perempuan peneliti,” sambungnya.

Halaman:

Editor: Nur Khoerudin

Tags

Terkini

Sejumlah Ruangan di Pemkab Pemalang Disegel KPK

Jumat, 12 Agustus 2022 | 09:37 WIB
X