Launching Hari Santri 2022 Berlangsung Meriah, Digelar di UIN Gus Dur Pekalongan

- Rabu, 28 September 2022 | 19:09 WIB
AUNCHING LOGO : Menag Yaqut Cholil Qoumas, melaunching tema dan logo Hari Santri 2022 ditandai dengan menempelkan sidik jari ke drone racing yang digelar di UIN Gus Dur Pekalongan, Selasa (27/9) malam. Foto : (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi)
AUNCHING LOGO : Menag Yaqut Cholil Qoumas, melaunching tema dan logo Hari Santri 2022 ditandai dengan menempelkan sidik jari ke drone racing yang digelar di UIN Gus Dur Pekalongan, Selasa (27/9) malam. Foto : (suaramerdeka-pantura.com/Kuswandi)

PEKALONGAN, suaramerdeka-pantura.com - Kementerian Agama (Kemenag) RI me-launching peringatan Hari Santri tahun 2022 di Universitas Islam Negeri (UIN) KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, Selasa (27/9) malam. Launching peringatan Hari Santri tersebut diresmikan langsung oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Acara ini juga turut disiarkan secara daring melalui kanal Youtube Kemenag RI.

Di hadapan ribuan mahasiswa, santri, dan masyarakat yang memadati lapangan kampus II UIN KH Abdurrahman Wahid di Kajen Kabupaten Pekalongan, Menag juga me-launching tema dan logo peringatan Hari Santri 2022. Tahun ini, peringatan Hari Santri mengangkat tema “Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan”. Acara peringatan Hari Santri juga dimeriahkan konser musik dengan mengundang bintang tamu Zulfikar Basyaiban, Veve Zulfikar, Qasima, Woro Widowati, Romzi Ahmad dan Saqila Cahyamentari.

Baca Juga: Menag Yaqut Cholil Qoumas Resmikan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Launching ditandai dengan Menag menempelkan sidik jari ke drone racing. Dalam kesempatan tersebut, Menag menyampaikan, mahasiswa dan santri hari ini memiliki banyak tantangan, namun juga memiliki kesempatan yang baik yaitu dapat belajar di kampus serta pondok pesantren. Ia berharap agar para santri dapat memaksimalkan kesempatan ini untuk belajar dengan baik sehingga di masa mendatang dapat berkiprah untuk bangsa dan negara.

“Generalisir segelintir santri yang akhir-akhir ini menjadi tantangan dan menjadi kebencian terhadap santri harus dilawan, dilawan dengan prestasi dan belajar dengan sungguh-sungguh sehingga keraguan bisa terjawab dengan prestasi,” tegas Menag.

Dalam pidatonya, Menag memaparkan dua alasan penunjukkan UIN Gus Dur Pekalongan sebagai lokasi launching Hari Santri 2022. Pertama, karena Pekalongan dikenal sebagai Kota Santri. Kedua, untuk meneladani nama Gus Dur sebagai representasi ‘santri kosmopolitan’ yaitu seorang yang berakar dari pesantren namun berwawasan global.

Senada dengan Menag, Ditjen Pendis Kemenag RI Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., M.T., dalam sambutannya menuturkan, Hari Santri adalah representasi dari pendidikan pesantren yang aman dan nyaman dalam membentuk manusia yang mulia. Hal ini terbukti dengan adanya santri yang hari ini telah masuk ke segala lini, dari yang paling tinggi Presiden RI yakni Gus Dur, santri yang menjadi wakil presiden, menteri, gubernur, dan bupati. Prof. Ramdhani menambahkan bahwa acara hari ini merupakan rangkaian peringatan Hari Santri 2022 yang selanjutnya akan dilaksanakan Pekan Hari Santri di Lapangan Banteng Jakarta.

Anggota Komisi 8 DPR RI M.F. Nurhuda yang turut hadir pada acara launching mengungkapkan, telah banyak orang hebat yang lahir dari proses nyantri. “Sebagai santri tentunya jangan berkecil hati, saya bisa seperti ini juga berkah jadi santri,” kata Nurhuda. Ia menambahkan guna mendukung eksistensi dari santri saat ini telah disahkan UU Pondok Pesantren. Ia mengatakan, melalui UU ini, diharapkan akan tersedia anggaran berupa beasiswa dan bantuan lainnya seperti sarana prasarana kepada Pondok Pesantren yang ada di Indonesia.

Sementara itu, Rektor UIN Gus Dur Pekalongan, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., saat ditemui di lokasi acara menyampaikan perasaan bangga karena Pekalongan terpilih menjadi tuan rumah dalam even nasional yang sangat penting, yakni launching peringatan Hari Santri tahun 2022. Ia menyebut, peringatan Hari Santri sebagai hari besar nasional adalah bentuk pengakuan resmi negara terhadap komitmen, dedikasi, dan perjuangan umat Islam Indonesia (kaum santri) dalam memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia. Karenanya, tugas santri saat ini adalah sebagai penerus bangsa adalah dengan merawat tanah air dengan menyemai nilai moderasi dan toleransi.

“Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dengan pesantren ialah lembaga pendidikan Islam yang terdepan dalam menegaskan relasi Islam dan negara dalam konteks keindonesiaan,” jelas Prof. Zaenal. Ia menambahkan, kesadaran akan jati diri PTKI sebagai lembaga pendidikan tafaqquh fiddin yang harus mampu berkorelasi dengan berbagai disiplin ilmu pengetahuan, termasuk sains dan sosial humaniora.

Halaman:

Editor: Yanuar Oky Budi Saputra

Tags

Terkini

Sejumlah Ruangan di Pemkab Pemalang Disegel KPK

Jumat, 12 Agustus 2022 | 09:37 WIB
X