Apakah Ini Yang Menyebabkan Masyarakat Tak Mau Ikuti Vaksinasi Covid-19..?!!

- Rabu, 28 Juli 2021 | 11:43 WIB
Foto ilustrasi/ pixbay/MiroslavaChrienova
Foto ilustrasi/ pixbay/MiroslavaChrienova

suaramerdeka-pantura.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr Reisa Broto Asmoro mengatakan, saat ini terdapat 50 ribu berita hoaks selama pandemi. Apakah lantaran ini (berita hoaks) yang menyebabkan masyarakat tak mau ikuti vaksinasi Covid-19.

Menurut keterangan pers Komite Penanganan Corona Virus Disease (2019) (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi (KPCPEN) pada Selasa 27 Juli 2021 yang disampaikanJuru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr Reisa Broto Asmoro, berita hoaks masih jadi hal yang membuat masyarakat enggan divaksinasi, demikian juga dengan mitos seputar vaksinasi.

"Kekeutan utama untuk menghadapi pandemi ada di masyarakat. Salah satunya antara lain dengan menangkal berita hoaks atau berita bohong kaitannya dengan vaksinasi dan tidak ragu untuk segera mendapatkan suntikan vaksin," kata dia, sebagaimana suaramerdeka-pantura.com mengutip dari suaramerdeka-muria.com pada Rabu 28 Juli 2021.

Jumlah berita hoaks selama masa pandemi Covid-19 mencapai lebih dari 50 ribu artikel atau konten. Berita bohong tersebut bertebaran di internet maupun media sosial (medsos).

Baca Juga: Soal Izin Umrah di Tanah Suci, Pemerintah Indonesia Tunggu Penjelasan Resmi dari Arab Saudi

Dengan pengguna internet di Indonesia yang mencapai puluhan juta orang, mereka pun dengan mudah mendapati berita-berita hoaks tersebut. "Ada lebih dari 50 ribu hoaks selama pandemi," ungkap dokter berparas cantik ini.

Menurutnya, kekuatan utama untuk menghadapi pandemi ada di masyarakat. Salah satunya antara lain dengan menangkal berita bohong terkait vaksinasi dan tak ragu untuk segera mendapatkan suntikan vaksin.

Dokter Reisa lantas berbagi tips menangkal hoax terkait vaksinasi.

"Antara lain, cek dulu sebelum menyebarkan berita. Hoaks dicirikan dengan kalimat bombastis dan tidak ada sumber valid yang dicantumkan. Cek kebenaran beritanya di website covid-19.co.id atau Kemenkes," tegasnya.

Baca Juga: ASN di Pemalang Bantu 1.400 Bingkisan Sembako

Halaman:

Editor: Agus Setiawan

Tags

Terkini

Terpopuler

X