Kematian Bertambah, Tim Pemakaman BPBD Siap 24 Jam

- Selasa, 6 Juli 2021 | 19:09 WIB
MEMAKAMKAN: Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal yang tergabung dalam tim pemakaman BPBD melakukan tugas pemakaman warga yang terpapar Covid-19.(SM/dok) (Cessnasari)
MEMAKAMKAN: Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal yang tergabung dalam tim pemakaman BPBD melakukan tugas pemakaman warga yang terpapar Covid-19.(SM/dok) (Cessnasari)

SLAWI, suaramerdeka-pantura.com - Sejak akhir Juni 2021, jumlah pasien meninggal karena terpapar Covid-19 mengalami peningkatan. Bahkan, tim pemakaman dari Badan Penanggulangan Penanganan Bencana (BPBD)  Kabupaten Tegal dalam sehari bisa memakamkan 10 hingga 12 jenazah.

Salah seorang relawan pemakaman BPBD, Kurdianto (29) mengatakan, hampir setiap hari tim pemakanan yang terdiri atas dua tim melakukan tugas memakamkan jenazah dengan mengunakan protokol kesehatan.

“Akhir-akhir ini sedang meningkat. Sebelum lebaran maksimal kami melakukan pemakaman lima jenazah,tapi di akhir Juni mulai meningkat, dari RSUD dr Soeselo dan luar kota."

Baca Juga: Pedagang di Bumiayu Kucing-kucingan Saat Ada Patroli PPKM Darurat

"Dan kali ini yang meledak angkanya dari RSUD Suradadi, sehari bisa tujuh jenazah. Sampai siang ini saja sudah lima jenazah,” kata Kurdianto saat ditemui usai melakukan tugas pemakanan di Makam Desa Trayeman, Slawi, Senin (5/7/2021).

Dengan bertambahnya jumlah pasien meninggal, baik yang sedang dirawat di rumah sakit maupun sedang menjalani isolasi mandiri di rumah, tim pemakanan yang terdiri atas 2 dua tim dengan jumlah personel 20 orang harus bekerja keras.

Mereka harus membagi tugas agar tidak terjadi antrean jenazah yang menunggu dimakamkan.

Baca Juga: Operasi Aman Nusa Candi II, Sejumlah Perusahaan Kena Tegur

“Satu tim maksimal terdiri sepuluh personel, minimal delapan orang. Ketika kondisi mendesak, ada beberapa jenazah yang harus dimakamkan dalam waktu bersamaan, maka kami bagi tim."

"Enam orang diterjunkan ke satu tempat. Alhamdulilah tidak ada kendala,” tutur pria yang sudah bergabung dalam tim pemakaman BPBD sejak awal pandemi Covid-19 atau tahun 2020 itu.

Halaman:

Editor: Siwi Nurbiajanti

Tags

Terkini

X