Menteri ATR/BPN Hadi Tjahyanto Janjikan Keadilan Soal Sengketa Eks HGU

- Kamis, 23 Juni 2022 | 21:55 WIB
DENGARKAN PENJELASAN : Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahyanto mendengarkan penjelasan peta lahan eks HGU PT Kencana Sikasur di Desa Sodong Basari, Kecamatan Belik bersama Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo. Foto : (suaramerdeka-pantura.com/Ali Basarah) (Picasa)
DENGARKAN PENJELASAN : Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahyanto mendengarkan penjelasan peta lahan eks HGU PT Kencana Sikasur di Desa Sodong Basari, Kecamatan Belik bersama Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo. Foto : (suaramerdeka-pantura.com/Ali Basarah) (Picasa)

PEMALANG, suaramerdeka-pantura.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahyanto menjanjikan adanya keadilan dalam penyelesaian sengketa lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT Kencana Sikasur di Desa Sodong Basari, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. Menteri Hadi Tjahyanto mendatangi desa tersebut untuk melihat langsung lahan yang disengketakan, baru-baru ini.

"Kami sudah melakukan kalkulasi, mudah-mudahan cepat selesai sehingga petani bisa melaksanakan aktifitas di tanah ini dengan damai dan menjaga silaturahmi dengan tetangga,"kata Menteri Hadi Tjahyanto di depan warga penggarap lahan eks HGU. Menurut menteri, nanti Bupati Pemalang akan bergerak bersama dengan Kapolres dan Dandim serta Kajari dan melibatkan tokoh agama serta tokoh masyarakat.

 

Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo mengatakan sesuai aturan maka dalam masalah ini pemerintah daerah yang akan menyelesaikan. Akan tetapi karena situasi dan kondisi yang ada Bupati tetap memohon petunjuk dari menteri.

"Nanti akan didata semua dan akan diselesaikan di tingkat pemerintah daerah,"kata Bupati saat mendampingi Menteri Hadi Tjahyanto bersama Kepala ATR/BPN Pemalang Gusmanto ke Desa Sodong Basari, Kecamatan Belik. Lebih lanjut Bupati mengatakan bahwa sudah mempertemukan dua belah pihak dan sepakat menyelesaikan secara damai.

Sementara itu dari Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial (Gema PS) Siti Fikriyah mengatakan dirinya sudah bertemu di kantor pertanahan Kabupaten Pemalang dengan Menteri ATR/BPN, Bupati Pemalang, Kepala ATR/BPN Pemalang, Kelompok Tani Bakti Mandiri Nasofi dan kelompok yang berseberangan dengan dirinya.

"Masalah ini akan diselesaikan secara adil menurut kami akan dilakukan secara eksisting, kalau prinsipnya mau bagi-bagi tanah maka kami tidak rela sebab ini adalah pemberian hak, redistribusi tanah memberikan akses tanah kepada mereka yang menggarapnya,"kaya Fikri.

Menurutnya dalam masalah ini jika ada data yang fiktif nanti pemerintah dan Polri akan menindak secara tegas. Dia menjelaskan jumlah penggarap pada tahun 2022 di eks HGU yang disengkatakan itu ada 300 orang sudah dengan nama dan alamat (by name by adres). Adapun luas lahan mencapai 82 hektar.

Terpisah Ketua Pecinta Petani Sodong, Yusim mengatakan pihaknya menginginkan semua elemen untuk kepentingan aset desa."Kalaupun untuk kelompok tani maka perlu diverifikasi,"kata dia yang kelompknya berseberangan dengan Gema PS.

Editor: Kuswandi SM

Tags

Terkini

Kendaraan Pemudik Terjebak Macet di Tonjong

Jumat, 29 April 2022 | 13:24 WIB
X